Sempat terdiam sejenak karena cemas, akhirnya Rhea menjawab sambil tertawa canggung. “Ya enggak mungkin lah! Masak Pak Abian manggil gue Sayang? Enggak mungkin! Iya, kan, Pak?” Pelototan Rhea yang tertuju pada Abian, jelas memberi kode tertentu dan Abian memahami kode yang diberikan itu. Hanya saja, Abian malah menjawab, “Tapi boleh, kan, aku manggil kamu dengan sebutan Sayang?” Bukannya meredakan situasi, Abian malah memperparah situasi dan itu membuat Rhea semakin melotot ke arahnya. Belum lagi reaksi Dinda yang seketika menganga tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. “Bercanda,” imbuh Abian sambil tersenyum. Abian memang sengaja melakukannya karena ingin melihat reaksi dari Rhea. Dan benar saja dugaannya. Mimik kesal bercampur panik dari raut Rhea, cukup menghiburnya. Ab

