Bukan Pelakor

2116 Words

“Riana, kamu gila ya,” teriak Naya setelah sadar dari terpakunya. Dengan langkah setengah berlari dia menyusul Riana yang sudah cukup jauh meninggalkannya. Beruntung lantai bawah koridor gedung satu yang biasanya dipenuhi banyak mahasiswa yang duduk-duduk di sana sudah terlihat sepi. Jam lima sore, semua kelas memang sudah berakhir karena kelas para mahasiswa PPG lah yang paling selesai paling akhir. “Riana ….” Naya berhasil meraih tas yang digendong Riana hingga langkah teman satu kamarnya terhenti. “Ih, awak itu lari-lari seperti kejar copet saja. Apa Naya?” tanya Riana dengan santainya sementara Naya terlihat masih mengatur napasnya yang tersengal karena lari mengejar Riana dengan heels sepatu setinggi tujuh sentimeter. “Kamu laporin aku sama Abang? Kamu serius,” tuntut Naya meminta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD