“Sudah, Pak,” ucap Naya sambil menarik mundur wajahnya menjauh dari Dean. Perlahan Dean menghembuskan napas merasa lega wajah Naya sudah menjauh dari wajahnya. Parfum yang menguar dari badan Naya sempat membuat otak Dean serasa kosong. Dia berusaha menutupi kekikukan yang sempat terjadi saat jarak wajah mereka teramat dekat hingga hembusan napas hangat Naya menyapu wajahnya. Seandainya itu Cathy, tentu Dean tidak akan ragu menerkamnya, menyerang istrinya dengan ciuman yang membabi buta. Hanya saja sayangnya yang berada satu mobil dengannya adalah Naya, bukan Cathy. “Ini Pak,” tunjuk Naya memperlihatkan label baju yang tadinya masih menempel di kerah baju yang Dean pakai. “Astaga, aku sampai lupa. Maklum Bu, Cathy selalu mengurus semuanya, jauh darinya membuat aku bingung mengurus diri s

