Cukup lama Valeria dan Shaqa berada di kamar pengantin sang putra. Akhirnya, setelah Cathy menjatuhkan pilihan pada salah satu tempat dari kelima brosur liburan paket bulan madu yang dibawa Valeria, Dean pun bisa bernafas lega karena kedua orang tuanya sudah bersiap-siap untuk meninggalkan kamar mereka. “Tatapan mata kamu itu seperti mengusir kami Dean,” sindir Shaqa pada sang putra. “Aku memang sedari tadi berharap Papi dan Mami segera pulang dan memberikan kami waktu berdua agar segera memproses pesanan Mami,” seloroh Dean menimpali kalimat Shaqa dengan memamerkan deretan gigi putihnya. “Memangnya Mamimu pesan apa hingga kamu terlihat begitu tidak nyaman ada kami di sini?” “Mami minta cucu yang banyak dari aku dan Cathy. So, aku mohon mengertilah kalau aku sudah ingin menerkam dia.”

