Ingkar Janji

2251 Words

Riana terperangah mendapati nada marah yang dia tangkap dari Naya. Tak pernah terpikir sebelumnya kalau teman sekamarnya kini begitu berubah. Tak lagi santun bertutur kata, hanya perdebatan dan kerap adu pendapat yang sering terjadi sehingga membuat Riana semakin lama tak nyaman berada satu kamar dengan Naya. “Saye tak menuduh awak … kalau lah awak tak main api, tak usah jua terpantik seperti tu,” balasnya tak kalah sengit. Riana segera menjatuhkan badannya ke kasur, menarik selimut dan berbaring menghadap tembok dengan berdesis lihir melafalkan doa dan dzikir pendingin hati kala emosi mulai menguasai diri. Sungguh tak baik hatinya kalau terus berada di tempat ini. Rasanya ingin membuang jauh prasangka, tapi apa yang tertangkap mata membuat dia semakin curiga. Bertanya hanya akan beruju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD