Duduk ditemani secangkir kopi espresso yang rasanya sudah bisa ditebak sepahit apa. Secangkir kecil jenis kopi itu belum juga tandas Naya minum. Karena usai melakukan layanan kamar untuk memesan kopi itu, wanita ini kemudian terdiam di beranda kamar hotelnya yang menyajikan pemandangan langsung mengarah ke laut lepas. Gundah yang mengganggu pikiranya membuat dirinya terus merasa resah bahkan dalam tidurnya semalam. Ponsel yang saat ini merupakan gaya hidup manusia modern dimana tidak akan pernah terlepas dari genggaman tangan, saat ini Naya lupakan. Ia mematikan benda pintar itu untuk menyembunyikan dimana dirinya berada saat ini. Naya sudah menghabiskan waktu untuk menangis kemarin, matanya masih jelas sembab dan kelopak matanya menghitam. Ia tidak bisa tidur tentu saja karena mimpi pun

