29 | Tamara

1695 Words

"Aku dengar dari Yudit.. kalau kamu sudah mengatakan yang sebenarnya pada Naya?" Suara seorang perempuan terdengar di tengah heningnya kamar hotel yang dihuni oleh Fazran. Pria itu sendiri sedang berdiri menghadap pada jendela kaca yang terbuka dengan angin yang terasa menusuk kulitnya karena membawa hawa dingin. "Fazran...." Suara seorang perempuan menuntut jawaban Fazran yang sejak tadi tidak mau menoleh ke belakang, dimana sebuah tab menyala dengan layar yang menampakkan panggilan video call dengan seorang perempuan yang tubuhnya dibalut pakaian rumah sakit. Wajahnya yang juga terlihat pucat, serta topi rajutan yang melindungi kepala perempuan itu dari hawa dingin, karena tidak ada lagi rambut yang tersisa di sana. Fazran menyesap wine gelas ke tiga dalam waktu 3 jam ini. Dia masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD