Naya duduk di kursi penumpang dengan sopir yang mengantarnya pulang. Dia menuruti permintaan Fazran untuk menggunakan sopir kemanapun. Dan kini setelah dia menceritakan masalahnya dengan Fazran pada Samudra, dia merasa lebih baik. Samudra bukan hanya pendengar yang baik, tapi juga pemberi solusi yang cukup bisa membuat pria itu untuk membuka praktik tempat curhat. Naya sudah tidak sabar sampai ke rumah dan bertemu dengan Fazran. Dia ingin berbicara dengan pria itu sesuai usul Samudra. Dia ingin menghentikan suasana canggung di antara mereka, dia ingin Fazran tidak bersikap seolah tidak peduli padanya lagi. Setelah mesin mobil dimatikan, Naya bergegas keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah yang selalu dibiarkan tidak terkunci di siang hari karena keamanan di pintu gerbang sudah

