“Hei, anak ngak tahu diuntung! Dimana kamu bersembunyi, angkat telepon ku anak sialann!” “Eloise, sampai kapan kamu terus menghindar dariku. Aku benar-benar tulus ingin menikahimu. Tidak bisakah kamu mencintaiku sedikit saja.” “Sayang, kita sudah sama-sama salah. Ayo berdamai, aku tidak ingin menikahi Fani. Sumpah demi Tuhan dia menjebakku duluan, El. Tolong balas pesanku.” “El, kalau loe sahabat harusnya loe jauhin Reza. Gua hamil anak dia tapi Reza ngak mau tanggung jawab.” Sejak kecil Eloise memang tidak banyak memiliki teman bahkan hampir tidak punya teman. Tumbuh besar dengan orang tua yang menyayangi anak-anak selain dirinya, seringkali mendapat hukuman meskipun tidak tahu apa salahnya membuatnya menjadi anak tidak percaya diri. Seringkali menyendiri di sekolah saat jam istirahat

