45

1049 Words

“Ini dari siapa dulu?” tanya Ashley. “Gue aja,” jawab Jimmy. “Mana bisa?” protes Laura, “Harus dari perempuan dulu.” “Gak bisalah, kenapa harus perempuan dulu?” ujar Ryan yang ikutan protes, “Dimana-mana pasti laki-laki duluan.” “No, pokoknya perempuan dulu!” ujar Chika. “Gak bisa, pokoknya laki-laki dulu, laki-laki selalu memimpin,” ujar Jason. “Gue gak setuju, dari perempuan dulu, lagian nih Ibu Kartini tuh susah-susah memperjuangkan hak-hak kita sebagai perempuan jadi kita sebagai perempuan tidak bisa menyerah begitu saja ditindas dengan kaum laki-laki!” ucap Ashley. “Kalau Ibu Kartini tau bahwa kamu menyalah gunakan emansipasi wanita untuk hal-hal seperti ini, Beliau bisa menangis darah,” sahut Arsen. “Hehe …,” cengir Ashley sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Gini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD