~ Masa depan yang suram ... ♥♥♥ Setelah merapikan penampilan yang sempat kusut dan berantakan, aku pun keluar rumah. Tak lupa mengunci pintu supaya tidak ada yang bisa masuk. Maling sekarang kan ngeri dan sadis. Kunci rumah mau aku bawa saja. Biar gampang kalau nanti mau ke sini. Aku menghampiri mobil Tuan Angga dengan senyum menghias bibirku. Aku senang ia menolongku. menelepon di waktu yang tepat. Kalau tidak aku pasti sudah khilaf di dalam sana. Huft. Sulit sekali menolak pesonanya Al. "Hei, Tuan. Maaf lama. Makasih juga sudah menolong," sapaku saat sudah sampai di depan jendela mobil yang terbuka. Aku melongok dan melihat lelaki itu sedang mengetukkan jarinya ke dasbord mengikuti irama lagu. Bahkan kacamata hitam terlihat bertengger menutupi mata elangnya. Membuat kelaki dihadap

