18

877 Words

~ Rindu itu berat ... ♥♥♥ "Tu-tuan sudah sadar sedari tadi?" tanyaku heran. Antara syok dan malu jadi satu. Bagaimana tidak malu jika Tuan Angga mendengar ocehanku. Ini muka mau di taruh di mana. Orang yang di tanya hanya tersenyum kecil. "Hanya mendengar di bagian akhir saja kok. Duhh, semoga saja yang ngomong barusan nggak mendadak lupa," seringainya. Ini cowok lagi sakit pun jahilnya tetap saja nggak hilang. Kepala diperban pun tetap saja sedap dipandang. "Iya. Saya nggak akan mendadak amnesia, kok. Eh, tapi katanya Tuan Angga juga koma. Kok sudah sadar sih? Ehh!" Aku menepuk bibirku, keceplosan. Bukannya aku tak senang lelaki manis ini sudah sadar, tapi kan aku terlanjur mengatakan sesuatu yang membuatku malu. Ini yang bohong siapa, sih. "Sudah dari kemarin sadarnya. Adik kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD