Beberapa Menit Sebelumnya Indah berdiri di depan pintu ruangan Rama. Memandang pintu ruangan Sarah dan Rama bergantian. Mendengus. Melipat tangan di d**a. “Dia tak pernah memberitahuku, jika sedekat ini dengan perempuan itu! Lihat saja, hari ini kedua tanganmu akan di borgol!” Indah mengambil ponsel dari dalam tas jinjingnya. “Halo.. Kantor Polisi. Ada seorang wanita di serang di atas gedung Perusahaan S. Cepat datang. Pelakunya bernama Sarah.” Setelahnya, Indah berjalan dua langkah. Mendorong pintu kaca ruangan Sarah. Begitu di dalam, ia mengedarkan pandangan. Melihat sekitar dengan angkuh. Sarah yang mengetahui itu, segera berdiri. Memutari meja. Dan, berdiri di depan Indah. “Kenapa kau kemari? Pak Alan ada di ruangan sebelah.” “Kau masih memanggilnya dengan nama itu?” Sa

