24 : Frozen Heart

1734 Words

"Apa kabar Rere?" sapa Tuan kecil sambil tersenyum lembut. Renata cuma menjawab singkat, "Baik." Setelah itu ia diam. Valen jadi bingung untuk memulai pembicaraan. Aslinya ia tipe pendiam, ia bukan tipe orang yang terbiasa memulai pembicaraan. Selama ini ia berbicara terbatas menanggapi ucapan orang. Setengah jam berlalu tanpa ada yang memulai pembicaraan. Renata mulai jenuh, ia menghela napas berat lalu berkata, "Bila tak ada yang perlu dibicarakan aku permisi." Renata menggerakkan pinggangnya yang kaku. "Rere," Valen memanggil pelan. Renata menoleh dengan tampang bosan. "Ehm, kapan kau mulai mengajar di sekolah?" Hanya pertanyaan itu yang terpikirkan oleh Valen. Sungguh ia merasa canggung sekali. Padahal ia selalu tenang meski menghadapi iblis yang paling ganas. Tapi d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD