19 : Lady Gagap

1657 Words

Bel sekolah berbunyi tanda pelajaran telah usai. Seperti biasa Lady Red tak langsung keluar dari kelasnya. Ia menunggu hingga perlahan suasana sekolah mulai sepi. Bukannya apa, ia tak punya nyali untuk berbasa~basi dengan yang lain. Penyakit gagapnya telah membuatnya menjadi bahan tertawaan sesekolahan. Lady Red mulai beranjak dari kelasnya duapuluh menit kemudian, saat suasana sekolah menjadi sepi. Ia berjalan sambil menundukkan kepalanya, hingga ia menemukan sepasang sepatu yang berdiri di depannya. Ia bergeser ke samping, si empunya sepatu juga ikut bergeser kesamping. Lady mundur ke belakang, orang di hadapannya malah maju mendekatinya. Lady Red mulai gugup. "Gagap, lihat aku!" Terdengar suara yang mencemoohnya. Lady Red terus menunduk, pria itu jadi tak sabar. Dia mengang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD