Tengah malam Renata mengetuk pintu kamar Valen sambil menenteng gulingnya. Begitu pintu kamar terbuka, Renata langsung bertanya to the point, "Tuan Kecil, boleh aku tidur disini malam ini? Perasaanku tak enak, seakan ada sesuatu yang akan terjadi! Soalnya, bersamamu membuatku tidurku bisa lelap," ucap Renata sambil memilin~milin gulingnya. Renata yakin pasti Tuan Kecilnya bakal menolaknya secara halus, tapi usaha dulu gapapa kan? Siapa tahu setelah dibujuk permintaannya bakal dipenuhi. Maka dia jadi melongo saat tanpa bicara sepatah katapun, Tuan Kecil membuka pintu kamarnya lebar~lebar. "Masuklah Re," kata Valen menyadarkan Renata yang berdiri bengong. "Iya iya," sahut Renata agak grogi. Kamar Tuan Kecil terlihat rapi dan bersih seperti biasanya, juga wangi. Bahkan sprei di ran

