"Sepertinya bukan kabar baik ya, Dri?" Ia memang tampak terpekur. Paling kencang menangisnya di depan Ka'bah. Bayangan akan berdua ke sini, tapi nyatanya hanya sendirian. Matanya pun basah. Berasa masih sendirian karena tak ada Cassie. Istrinya entah di mana. Ia jelas khawatir. Takut terjadi sesuatu yang buruk dengannya juga. Mana belum ada perkembangan lagi setelah beberapa hari ia di sini. Opanya tentu sadar lah. Begitu pula dengan omanya. Walau memang alasan sebenarnya disembunyikan. Tapi mereka pikir, pasti memang terjadi sesuatu entah apa. "Kalau jodoh tak akan ke mana." Opa berpikir terjadi sesuatu dengan rumah tangganya. Ya melihat cucunya tak begitu b*******h. Lebih hanyak menangis dengan mata sembapnya. Ia jadi cengeng sekali. Berbeda dengan ketika dua tahun pertama kehilang

