Bonus 3

807 Words

Aku keluar dari kamar mandi dan melihat Devian yang sibuk dengan pakaian kami yang sudah dimasukkannya ke koper. Dia sadar akan hadirku dan menghentikan apa yang tengah dia lakukan. Dia datang mendekat dan kedua tangannya telah memasukkan aku dalam jangkau peluknya. Menatap aku dengan khawatir. “Bagaimana perutmu? Masih sikat?” Aku menggeleng. Perutku memang bermasalah dari beberapa hari yang lalu dan kini semakin parah tepat saat kami akan pulang. Devian sudah meminta untuk menunda keberangkatan tapi aku memaksa dia. Kami tidak bisa membatalkan tiket hanya karena keadaanku. Jika ingin istirahat maka akan aku lakukan di rumah kami. Rumah yang ternyata masih milik Devian. “Apa aku perlu memanggil dokter?” Kembali kuberikan gelengan. Aku melepaskan diri darinya dan memilih duduk di p

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD