Chapter 16

1020 Words

Suara pintu terbuka dengan kasar dan juga tertutup dengan kasar membuat Joseph yang sejak tadi sibuk dengan laptopnya mengangkat pandangannya. Melihat siapa yang dengan kurang ajar melakukan keributan pada pintunya, walau dia tentu saja bisa menebaknya dengan cukup baik. Tidak akan ada yang terlalu berani selain kakaknya tersayang.  Pria itu sudah ada dijarak pandang mata Joseph. Memberikan dengusan pada tingakahnya yang cukup menjengkelkan. Tapi Joseph tidak berkomentar, dia kembali larut dalam pekerjaannya tanpa peduli apa yang sedang dilakukan sang kakak di ruangannya dengan wajah kalut bak langit mendung yang siap menurunkan hujan, tentu disertai dengan badai dan petir yang siap mengamuk dunia.  Devian berjalan ke arah sofa panjang dan menjatuhkan tubuhnya ke sana. Membiarkan tubuhny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD