Devian mendorong tubuh Brianna masuk ke kamarnya. Di mana gadis itu sejenak tertegun oleh aroma kamar pria itu yang pekat oleh aroma yang tidak lagi asing di hidungnya. Devian menutup pintu di belakangnya dengan kasar. Kedua tangannya sibuk membuka kancing kemejanya dengan bibirnya yang tidak lepas dari bibir Brianna. Dia tidak bisa melepaskan bibir itu, Brianna seakan meletakkan candu pada bibir itu yang membuat Devian menggila. Pria itu melempar kemejanya ke sembarang tempat. Tangannya telah ada di atas bahu Brianna. Kancing baju gadis itu telah sejak tadi dia tanggalnya, kini dia hanya tinggal menarik kain itu bebas dari bahu mungil itu. Dan dia telah melakukannya. Baju Brianna telah jatuh ke kakinya. Gadis itu hanya menerima dan Devian dengan sukarela akan membimbingnya dengan semp

