Ranjiel kini berada di rumah sakit, cowok itu juga bersama pembantu yang bekerja di rumah milik keluarga Lia. Ia terlihat biasa saja, dan tetap tenang saat menceritakan awal mula kejadian yang membuat Lia celaka kepada sang pembantu. Cowok itu terlihat santai, ia kemudian duduk bersama pembantu yang selama ini juga selalu menjadi teman Lia saat berada di rumah besar itu. Lia kini berada di UGD dan untungnya ruangan itu berada pada bagian depan rumah sakit, tidak harus melewati lorong panjang seperti yang sering ada di sinetron Indonesia. Ranjiel juga bersyukur para dokter cepat tanggap, bukan meminta untuk mengurus administrasi terlebih dulu. Cowok itu menarik napasnya pelan, ia kemudian mengembuskan napasnya dengan cara yang sama. Perlahan dan pasti. “Den, ma kasih yah udah mau bantui

