Sati P.O.V Seminggu sudah pertunangan ku berlangsung. Sifat Mas Sena pun mengalami sedikit perubahan, bisa ku katakan dia semakin posesif kepada ku. Bahkan sekarang, dia malah menyuruhku dan para sahabat ku ini makan bersamanya di dalam ruangannya sebagai ketua yayasan. Apa itu tidak berlebihan? Seperti saat ini, Mas Sena sedang sibuk menyuapi ku sambil sesekali dia mengetik di laptopnya. Aku yang melihat kesibukan calon suami ku ini merasa kalau sebenarnya ini cukup mengganggu nya walaupun dia selalu membantah omonganku. "Mas, udah sini makanannya! Aku bisa makan sendiri ish!" ujarku. Mas Sena langsung menatapku sebentar dan tangannya menyodorkan sendok yang berisi nasi ke mulutku. "No, ga boleh sayang! Mas mau manjain kamu dari sekarang!" kata Mas Sena. "Mas, aku belum lumpuh lho ya

