Flashback
Kejadian ini terjadi beberapa saat sebelum kematian Arlita.
Pada saat Arlita tampak sangat sedih sekali, setelah ia menutup pembicaraan di handphone dengan Rahadian, air mata terus keluar dari mata indah Arlita dan pada itu Arlita memang sudah ada di rooftop gedung tempat akan di langsung kan nya pernikahan dirinya dengan Rahadian.
Padahal WO (Wedding Organizer) yang di sewa oleh Arlita dan Rahadian sedang mempersiapkan semuanya, tapi entah setan apa yang merasuki diri Arlita secara tiba-tiba saja ia menelpon Rahadian dan mengatakan jika dirinya telah hamil tapi bukan dari benih Rahadian melainkan dari benih selingkuhannya Arlita, dan yang lebih mengejutkan lagi Arlita mengambil keputusan untuk membatalkan secara sepihak pernikahannya dengan Rahadian.
“Maafin aku ya mas… aku selama ini memang salah… dan kamu memang tidak pantas buat aku mas…” Arlita berbicara sendiri sambil menangis tersedu.
Arlita juga pada saat itu masih di atas rooftop gedung berdiri tepat di tepi rooftop gedung sambil menangis dan pandangan nya tampak kosong.
Entah apa yang akan dilakukan oleh Arlita tapi benar-benar pada saat itu wajah Arlita benar-benar terlihat penuh beban dan penyesalan, nampaknya ia benar-benar tidak ingin menikah dengan Rahadian dan dengan nekatnya ia mengambil keputusan untuk membatalkan acara pernikahannya bersama Rahadian.
“Jujur Mas… aku tahu kamu baik sekali orangnya… tapi aku tidak akan pernah bisa menikah dengan kamu Mas… apalagi anak yang kukandung sekarang ini bukan darah dagingmu Mas… melainkan darah daging orang yang memang aku cintai selama ini… jujur aku bingung Mas… maafin aku ya Mas…”. Arlita berbicara sendiri dengan tangisan dan penyesalan.
Kondisi yang dialami Arlita saat ini memang amat sangat dilema disisi lain ia tidak mungkin menikah dengan Rahadian sedangkan dirinya sedang hamil, apalagi anak yang ia kandung saat ini bukan darah daging Rahadian melainkan hasil hubungan dengan orang yang mungkin benar-benar Arlita cintai.
Pada saat ini Arlita hanya berdiri di tepi rooftop gedung pernikahan dan ia tampak sudah malu dan kehilangan arah entah apa yang akan diperbuat saat ini, apakah ia memang harus menunggu Rahadian dan mengatakan sejujurnya siapa sebenarnya laki-laki yang telah menghamilinya.
“Jujur gue bingung apa yang mesti gue lakuin…??? Rasanya gue pengen mati aja sekarang… gue juga sudah malu dan membuat semua orang menjadi susah karena gue…”. Sambil berlinang air mata Arlita mengatakan hal itu.
Air mata Arlita terus menetes dan sudah tidak bisa dibendung lagi, entah apa yang mesti ia lakukan bahkan ia ingin mengakhiri hidupnya, tapi apa daya semua sudah terjadi nasi sudah menjadi bubur dan Arlita pun tidak bisa merubah takdir buruk yang telah diperbuat.
Dada Arlita semakin sesak karena rasa penyesalan yang mendalam, air matanya pun terus mengalir keluar dari kedua mata indahnya, ia saat ini hanya bisa menangis dan menyesal atas semua perbuatannya selama ini. Rasa bersalah dan rasa menyesal serta rasa kecewa semua bercampur menjadi satu di diri Arlita.
“Kenapa dengan gue… kenapa orang sebaik Rahadian harus aku khianati… harusnya besok aku akan menikah dan membangun rumah tangga bersama Rahadian… tapi semua itu gue hancurkan sendiri… gue bodoh… gue memang t***l… harusnya gue jadi wanita yang baik tidak harus selingkuh dari Rahadian…”. Dengan derai air mata Arlita mengatakan hal tersebut.
Tiba-tiba saja…
“Srek… srek… srek…!!!”
Ada suara langkah kaki terdengar di belakang Arlita dan ternyata ada sosok laki-laki dengan memakai baju Hoodie dengan kerudungnya menutup kepalanya serta ia menggunakan masker dan kacamata hitam berjalan mendekati Arlita.
Arlita mengetahui hal itu langsung menyapa sosok laki-laki itu “ kamu sudah Dateng mas…”.
Arlita menyambut laki-laki misterius itu dengan hangat dan langsung memeluk laki-laki itu.
“Kamu sudah jadi kan nikah besok…? aku kesini cuma mau ketemu sama kamu… buat kasih selamat…” laki-laki misterius itu berkata sambil memeluk hangat Arlita.
“Mas… aku batalkan pernikahan nikahku dengan Rahadian… dan aku juga tidak jadi buat aborsi bayi ini… maaf mas aku gak bisa nikah dengan Rahadian dan aku maunya nikah sama kamu mas… apalagi bayi yang ada di perutku ini adalah darah dagingmu mas… aku pengen kita membangun rumah tangga bersama kamu mas…”. Dengan derai air mata Arlita mengatakan hal tersebut.
“Haaaah… kamu batal nikah…???!!!” Laki-laki misterius itu kaget mendengar penjelasan dari Arlita sambil melepas diri dari pelukan Arlita dan memandang tajam ke arah Arlita.
“Kenapa mas…??? Aku kan memang cintanya sama kamu… dan apa salah kalau aku ingin menikah sama kamu… apalagi hubungan kita sudah terlalu jauh mas… bahkan aku juga sekarang lagi mengandung anakmu mas…”. Arlita langsung menjawab dengan agak terkejut karena sosok laki-laki misterius itu mendorongnya agar berhenti untuk memeluk.
“Aku kan sudah bilang Arlita ke kamu… kalau kita tidak mungkin menikah… aku nekat datang ke gedung pernikahan ini hanya buat kasih selamat ke kamu… kamu harus aborsi janin itu Arlita… kita tidak mungkin menikah…”. Dengan nada yang agak keras dan tatapan tajam laki-laki misterius itu mengatakan hal tersebut ke Arlita.
“Mas… kamu kok tega sih mas… aku juga sudah jujur ke Rahadian kalau aku ini hamil… dan aku juga bilang kalau janin yang ada di perutku ini bukan darah daging Rahadian melainkan darah daging orang yang aku cintai… dan aku menyuruh kamu ke sini agar kita bisa langsung ketemu Rahadian… apalagi kamu juga sudah kenal dengan Rahadian … tapi aku belum bilang ke Rahadian jika bayi yang ada di perutku ini adalah darah dagingmu…”. Arlita mencoba meyakinkan sosok laki-laki misterius itu dengan menceritakan hal tersebut.
“Aaaaa… Rahadian mau kesini…???!!!” Dengan nada yang agak keras sosok laki-laki misterius itu mengatakan hal itu.
“Iya mas… Rahadian bakal kesini…” Arlita menjawab singkat sambil menangis.
“Maaf mas… aku tidak tahan lagi mas untuk berbohong ke Rahadian dan kedua orang tuaku… aku ingin sekali jujur dan mengatakan semuanya ke Rahadian tentang hubungan gelap kita… aku yakin Rahadian paham mas…”. Arlita kembali melanjutkan pembicaraan agar laki-laki misterius itu mau bertemu dengan Rahadian.
“Aneh kamu Arlita… mana mungkin Rahadian bisa menerima ini semua… apalagi kita sudah sepakat jika hubungan kita akan berakhir jika kamu sudah menikah dengan Rahadian… dan kamu juga sudah sepakat kalau janin yang ada di perutmu itu untuk di aborsi… tapi kenapa Arlita kamu berubah pikiran…”. Laki-laki misterius itu terlihat agak emosi dengan keputusan yang diambil Arlita.
“Maaf mas aku tidak bisa… aku cintanya sama kamu mas… aku juga gak mau mengaborsi bayi ini mas… ini darah dagingmu mas… maaf mas aku maunya nikah sama kamu…” Arlita berkata seperti itu sambil menangis tersedu-sedu.
Nampaknya sosok laki-laki misterius itu tidak tega melihat Arlita menangis dan sosok laki-laki misterius itu langsung memeluk hangat Arlita.
“Maafin aku ya Arlita…”. Sosok laki-laki misterius itu meminta maaf ke Arlita.
“Iya mas… makasih ya mas kamu sudah mau ngertiin aku…” Arlita langsung kembali menangis di pelukan laki-laki misterius itu.
Dan entah kenapa tiba-tiba…
“Whuusss….!!!”
“Maaaaaaas….” Arlita berteriak kencang
“Braaak…!!!”
Entah setan apa yang masuk ke dalam jiwa sosok laki-laki misterius itu, karena tanpa diduga sosok laki-laki misterius itu setelah memeluk hangat Arlita tiba-tiba saja ia mendorong Arlita dengan kuat sehingga Arlita terjun bebas dari rooftop gedung tinggi tersebut dan jatuh ke bawah sehingga membuat Arlita tewas seketika dengan kepala yang hancur.
“Maaf Arlita… aku harus melakukan hal ini…”. Laki-laki misterius itu berkata sambil memandang tubuh Arlita yang jatuh ke tanah dalam kondisi yang sudah tewas.
Tak selang berapa lama sosok laki-laki misterius itu langsung pergi meninggalkan rooftop gedung tanpa diketahui oleh siapapun, entah siapa sebenarnya sosok laki-laki misterius itu.
Malam semakin hening dan di Bawah gedung roof top gedung terdengar banyak teriakan orang-orang yang melihat tubuh Arlita sudah tidak bernyawa lagi karena telah jatuh dari gedung roof top.