"Ngapain?" "Menidurkan yang bangun terus sejak kemarin." Dan Ayunda menutup mulutnya menahan tawa. *** "Pak, ini surat resmi dari Pak Alex jika Bapak yang akan memegang kendali di sini." Deswita menyerahkan surat pemberitahuan secara resmi pada Gil. Gil hanya tersenyum dan mengangguk. "Bapak kok nggak kaget?" Deswita masih berdiri di depan Gil. "Kaget sebenarnya, tapi karena saya terbiasa hidup dalam ketidaknormalan jadi ya bisa meredam kaget, kakak juga belum bilang apa-apa dan tiba-tiba saja surat itu datang." "Eeemmm ... lalu sekretaris Bapak siapa? Bapak akan meminta sekretaris baru atau ..." "Pake yang lama saja, kan kalo yang lama biasanya sudah lancar saja." Deswita tersenyum bahagia, akhirnya ia bisa menjadi sekretaris Gil. "Saya akan pakai ruangan Kak Ayunda, tidak usah

