Chapter 30

1019 Words

Extra part Dua Gil merasa agak pusing, semalaman ia tak bisa tidur setelah menghadiri pemakaman papanya. Beberapa kali ia merasa pandangannya agak gelap. "Bapak sakit?" Tiba-tiba Deswita masuk dan meletakkan map di depan Gil. "Nggak usah dibuka dulu mapnya Pak, wajah Bapak memerah, sakit Bapak ya?" Gil diam saja, dia hanya menggeleng pelan dan kaget tanga Deswita sudah di keningnya, Gil menepis secara halus. "Duh Bapak panas banget, pulang aja ya Pak, saya antar biar saya yang bawa mobilnya." "Nggak, biar saya pulang dengan sopir kantor." "Bukannya saya sok deketin Bapak, tapi ini panas banget, masuk angin paling Bapak." "Panggilkan Pak Sudin, saya mau pulang bareng dia." "Ok, tapi saya tetep ikut, saya nggak akan memperkosa Bapak." Gil memejamkan matanya, ia tak peduli kata-kat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD