Rencana yang Licik

1323 Words

Dimas mengajak Tiara pergi ke sebuah restaurant di pusat kota. Sebagai pria kaya raya dan banyak uang, Dimas tak mau mengobrol di tempat yang biasa saja. Dimas lebih memilih mencari cafe, restoran, atau tempat lain yang mewah. “Mau ngobrol aja sampai ngajak aku kesini? Buang-buang duit aja!” ucap Tiara. “Gue banyak duit, bebas mau makan dimana saja. Lagian lo gak usah khawatir biaya makan dan minum lo di restoran ini gue yang tanggung,” ucap Dimas. “Siapa juga yang mau ikut bayar. Kamu yang ngajak, kamu yang bayar lah,” ucap Tiara. “Iya-iya. Santai aja kali, gue tahu kok kalau lo berpenghasilan rendah. Gaji lo aja cuma cukup buat bayar minuman disini,” ucap Dimas merendahkan Tiara. “Sebenarnya kamu ngajak aku kesini mau bahas rencana kamu atau mau menghina aku?” tanya Tiara kesal. “Y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD