'Tidak ada rahasia, tidak ada lagi mimpi. Karena mimpi itu sudah ku jalani Sekarang, Selama-lamanya'-Fahri Narendra Prasetya/Highschool Marriage
oOo
Matahari sudah semakin terik hingga mereka semua telah bersiap untuk berangkat. "Cabut yuk gaes!" Ajak Rangga
oOo
"Ga, tuh pacar lo!" Pekik Agatha saat melihat pacar Rangga, kakak kelas Adel, Rara.
"Hai sayang, out yok!" Ajak Rangga mendapat anggukan dari Rara. Lalu Ia pergi bersama Rara entah kemana.
"Tiara, jalan yuk? sama bang Aga" Kata-kata Agatha seraya menaik-turunkan alisnya yang sedikit menggelikan ini membuat Tiara cekikikan lantas meninggalkan Adel dan Fahri berdua.
"Hmm...sepertinya tinggal kita" Gumam Fahri seraya menatap punggung Agatha yang lama-kelamaan menghilang di sela-sela keramaian.
"Hmm...aku rasa gitu" Adel mengambil sedikit air lalu mengibaskannya ke celana Fahri. Fahri yang merasakan air itu mengenai celananya membuatnya geram ingin sekali mencubit gemas pipi Adel
"Oh....jadi mau maen-maen nih, Okey...Hyaaaa!" Timpal Fahri lalu mencipratkan air ke arah Adel hingga celana pendek miliknya basah. Oh, mereka sungguh pasangan yang romantis serta menye-menye. Mereka bercanda tawa dan saling berbagi kebahagiaan.
oOo
Tak terasa kini telah pukul 4 sore. Adel dan Fahri kini mencoba menikmati alunan sunset yang memakan matahari.
"Adel, suatu saat aku pengen kita sama anak-anak bisa menikmati sunset sama-sama." Fahri bergumam
"Hmm..." Adel hanya membalasnya dengan anggukan.
"I Love You Adelyn Horiston!" Ujar Fahri yang saat ini tengah membelai lembut pipi Adel.
"I Love me too" Timpal balik Adel membuat Fahri mendelik kesal
"Muka kamu lucu kalo lagi gitu, Ri" Adel tertawa membuat Fahri gemas hingga mencubit kedua pipi Adel
oOo
Hari ini adalah hari minggu, dimana Orang tua Adel dan Fahri pulang. Yap! Mereka telah berada di ruang tamu rumah Adel saat ini.
"Hahaha....hei Herry, sepertinya anakmu sangat lengket dengan anakku" Pekik Papa Adriano
"Hahaha...iya, semakin cocok Saja!" Timpal Ayah Herry diselai gelak tawa.
"Fahri, Adel kami telah menetapkan bahwa kalian akan menikah 2 hari lagi, ya sebagai kemajuan waktu." Ucap Ayah Herry mendapat sambutan hangat oleh Fahri dan Adel.
oOo
"Sayang, Ayah suruh kita buat fitting baju di butik langganan bunda" Ujar Fahri mendapat anggukan dari Adel.
"Iya, yaudah ganti baju gih! Aku juga mau ganti baju" Tukas Adel lalu beranjak pergi menuju lemari dan mengambil sebilah dress selutut dengan warna soft cream.
Fahri kini telah berganti baju dengan menggunakan kemeja putih polos dengan celana jeans hitamnya membuat kesan Cool pada dirinya. sedangkan Adel mengenakan dress soft cream lengan pendek dengan balutan flatshoes di kaki jenjangnya dan tak lupa tas berwarna senada memberikan kesan Kalem dan Cantik. Lalu mereka berdua pun berangkat menuju butik Clarion, butik langganan bunda Rike.
oOo
"Gimana? Cocok ga?" Adel bertanya kepada Fahri dengan baju yang ia pakai berharap Fahri berpendapat. Baju pertama, baju tanpa lengan.
"Ini aja, kamu cocok kok sayang!" Pendapat Fahri yang begitu hangat membuat Adel tersenyum.
oOo
"Saya terima nikahnya Adelyn Horiston bin Adriano Horiston dengan mas kawin seperangkat alat sholat, satu unit rumah, satu unit mobil, cincin berlian dan uang tunai satu miliyar dibayar tunai"
"Bagaimana saksi? Sah?"
"Sah...."
"Alhamdulillah.."
Begitulah beberapa sesi acara pernikahan Fahri dan Adel yang dilaksanakan di gedung hotel Zeus. Kali ini adalah sesi pemasangan cincin. Fahri memadangkan cincin di jari manis Adel dan begitu pula sebaliknya, lalu Fahri mengecup sekilas bibir Istrinya itu. Bagaimana dengan sekolah mereka? Mereka masih tetap sekolah namun hanya saja status mereka suami-istri. Bagaimana bisa? Hanya orang-orang elit yang tahu
oOo
"Hufh...sayang, aku capek banget" keluh Fahri saat memasuki rumah baru mereka. Yap! Fahri dan Adel kini telah dilepas ke rumah barunya.
"Sama kali Ri...aku juga cape" timpal Adel membuat Fahri kikuk.
"Malam pertama nanti mau ngapain ya??" Tanya Fahri menggoda Adel hingga membuatnya menatap tajam Fahri
"Pikir sekolah dulu lah Ri! Yang itu mah bisa kapan aja! Asalkan kamu UN SMA tahun ini dinyatakan lulus dan aku tahun besok juga dinyatakan lulus baru deh!" Jelas Adel membuat Fahri memelototinya.
"Apa kamu bilang? Nunggu kamu lulus? Aku ga betah Adel! Apalagi kamunya tiap hari kek gitu!" Erang Fahri kesal terhadap ucapan Adel tadi
"Mau apa nggak? Kalo ngga ya gapapa" Tanya Adel sedikit membentak Fahri.
"Y..ya..ya mau..tap--"
"Ssstt...udah brarti kalo kamu mau kamu udah setujuin ucapan aku tadi, ngerti!" Gumam Adel dengan nada yang seakan-akan menggoda. hingga Fahri bak suami takut istri inipun hanya mampu mengangguk.
oOo
[PERCEPAT]
Seiring berjalannya waktu hingga sampai saat ini tidak ada makhluk yang diwaspadai Fahri mengganggu hubungannya hanya saja Nial yang terus-terusan saja menggoda Adel di sekolah.
Detik kini telah berganti tahun, hingga kini tepat tahun dimana Adel merayakan kelulusannya setelah Fahri lulus tahun kemarin. Saat ini Fahri telah menjabat sebagai Direktur pemegang saham utama keluarga Narendra.
"Semuanya teriak KAMI LULUS!"
"KAMI LULUUUUSSSSS!!!" Teriakan Siswa SMA Pembina Jaya angkatan Adel ini memang sangat bersemangat meneriakkan kata lulus seraya melemparkan topi toganya yang tadi digunakan untuk serah terima surat kelulusan.
"Sorry Del, semoga kita bertemu lagi! Gue dan Agatha akan mulai hidup di jerman karena ini perintah orangtua gue see you Adelyn Horiston!" Ucapan Tiara membuat air mata Adel berlinang. Yap! Tiara akan menikah bersama Agatha di jerman dan akan hidup disana.
"See you to Ra...Hiks! Gue bakal selalu kangen sama lo Tiara Ardella!" Tukas Adel yang sedang menangis sesenggukan di pelukan Tiara usai kelulusan tadi.
oOo
"Sayang..baru pulang?" Tanya Fahri yang melihat istrinya, Adel pulang tidak sesuai jam.
"Maaf Ri, tadi aku nganterin Tiara ke bandara" Tukas Adel membuat Fahri membulatkan matanya.
"Emang ada apa sayang?" Tanya Fahri lagi
"Agatha sama Tiara mau nikah dan direstuinnya mereka tinggal di Jerman, tempat orangtua Tiara" Adel menjelaskannya dengan berhati-hati.
"Oh gitu...gimana nilai kamu?" Fahri balik bertanya pasal nilai. Yang benar saja! Adel adalah murid yang bodoh, mana mungkin mendapat nilai baik.
'Mati gue!' Batin Adel berteriak tak karuan.
"Eh..em...kayaknya banyak cucian di belakang..aku ke belakang dulu ya" Adel mencoba mengelak dengan pertanyaan Fahri. Fahri yang melihat tingkah istrinya inipun hanya terkekeh.
"Duduk!" Pekik Fahri membuat Adel takut lantas mengikuti apa yang diucapkan Fahri.
"Nilai kamu gimana?" Lagi-lagi pertanyaan itu! Akh!.
"Eum...nil..nilai ak..aku...ya lumayan bagus sih Ri" Jawab Adel merasa takut
"Emangnya kamu ranking berapa?" Fahri bertanya lagi
"Ranking 50 UN" Tukas Adel membuahi pelototan mata dari Fahri.
"Aku kan udah ngajarin kamu, kenapa rankingnya masih kaya gitu?" Tumben Fahri berkata lembut, tak seperti kemarin, Fahri memarahi Adel karena ia mendapat ranking 78 di Try Out terakhirnya
"Ma...maaf Ri, aku ga suka pelajaran...jangan marahin aku hiks...hiks" Adel menangis padahal Fahri sama sekali tak ingin memarahinya.
"Siapa juga yang mau marahin kamu...udah ah jangan nangis! Sini peluk dulu!" Tukas Fahri lalu memeluk Adel.
"Seenggaknya ini lebih baik dari yang kemaren" ujar Fahri disela dekapannya di tubuh Adel
"Makasih Fahri!"
CUP!
Kebahagiaan Adel berakhir dengan memgecup sekilas pipi Fahri karena ia tak dimarahi oleh Fahri.
"Sayang, buat yuk!" Ucapan konyol ini terus menggelayuti Adel
"Hah? ak..aku belum siap Fahri!" Gumam Adel yang memang belum siap menjadi seorang Ibu.
"Ayo dong...aku udah tunggu waktu selama dua tahun loh sayang"
"Nggak!"
"Aku pengennya sekarang!"
"Nggak!"
"Ayoo..."
"Nggak!"
"Ayo dong Adel"
"Nggak Fahri! Aku cape!"
"Kalo kamu ga mau yaudah, aku sendiri yang bakal lakuin ke kamu..."
Dan Fahri pun melakukan'nya'(?).
oOo
Baju-baju berserakan dimana-mana, darah berceceran di ranjang empuk di kamar ini yang nampak seperti kapal pecah. Yah karena Ulah Fahri semalam kini Adel resmi sudah tidak perawan dan sepenuhnya menyandang gelar Mrs. Narendra.
Fahri telah menaruh benih cintanya di tubuh Adel yang kelak Fahri berharap menjadi anak seperti yang Adel inginkan.
"Ngh...." Adel merasa terusik tidurnya karena kehadiran sang surya. Adel terbangun lalu menatap wajah polos suaminya itu saat terlelap. Wajahnya damai dan lekuk wajah yang sempurna membuat Adel tersenyum gembira bahwa ia beruntung memiliki suami seperti Fahri meskipun otaknya m***m dan sedikit geser itu membuatnya bahagia