'Di setiap hariku bersamamu, aku merasa bahwa aku berbeda; lebih nyaman bersamamu' -Adelyn Horiston/Highschool Marriage-
oOo
"Adel! Kesini sebentar nak, Papa sama Mama mau bicara sama kamu!"
Laki-laki paruh baya yang diketahui bernama Adriano Horiston sedang ini meneriaki anaknya, Adel Horiston yang sedang berada dikamarnya, di lantai dua rumahnya.
"Iya Pah...sebentar Adel baru ganti baju!" Adel menyahuti teriakan Papanya dengan teriakan pula. Dasar anak tak sopan!
Suara sendal tidur itu menggema di ruangan ini,sontak membuat orang yang mendengarnya segera melihat ke arah dimana asal suara itu. Adel dengan baju tidur celana panjang bergambar Hello Kitty itu membuatnya nampak kekanak-kanakan
"Iya? Ada apa Pa, Ma?" Adel bertanya pada Papanya dengan tatapan wajah setengah ngantuk
"Sini duduk dulu nak!" Suruh Mamanya, Liana Horiston. Adel mengikuti perintah ibunya itu. Ia lantas duduk di samping ibunya
"Begini, Papa mau bicara. Yah mungkin ini terlalu cepat buat kamu. Papa ingin menjodohkan kamu dengan anak Teman Papa. Kamu tau kan, saat ini perusahaan Keluarga Horiston mulai turun, Mungkin dengan jalan kamu menikah dengan anak teman papa itu perusaan kita bisa saling dibantu dan mungkin akan mencapai kesuksessannya lagi. Karena papa pikir dengan menikahkanmu dengan anak teman papa itu akan selalu ada hubungan silaturahmi dan mungkin perusahaan papa tidak akan bangkrut. Kamu paham kan nak?" Papanya berkata sedemikian rupa sehingga membuat Adel melongo dan cengo mendengar penuturan Papanya itu.
"Jadi bagaimana nak? Dulu kamu pernah bilang ke mama sama kalo kamu pengen nikah muda kan? Maka mama ingin mewujudkan hal itu sayang" Ucap Mama Liana. Adel masih tak percaya dengan perkataan kedua orang tuanya itu.
"Tapi Pah, Mah...Adel baru anak SMA kelas sebelas dan umur Adel masih enam belas tahun tahun Pa, Dan emang Adel pernah bilang kalo Adel pengen nikah muda tapi nggak sekarang Ma..." Adel berucap pada Orangtuanya. Memang sih umur Adel baru 16 tahun, namun jangan salah-ia sudah mempunyai Kartu tanda pengenal di umur yang masih belia itu.
"Papa tau nak, papa sama mama sebenernya juga menginginkan cucu. Tapi jika kamu belum siap juga tidak apa-apa. Tapi yang jelas kamu harus menikah terlebih dulu. Adel, ini demi papa, mama, Kak Lina" Papanya memohon kepadanya agar ia bersedia menerima tawarannya. Lina? Adelina Horiston Dia dan Adel adik kakak, hanya saja lahirnya lebih duluan Adelina,hanya selisih 5 jam.
"Sebenernya Adel masih belum bisa. Tapi karena Adel belom pernah nyenengin Mama sama Papa, Jadi Adel terima tawaran itu" Adel bergumam pasrah, yah karena Adel berbeda dengan Lina. Lina yang selalu bisa menyenangkan kedua orangtuanya dengan segudang prestasinya tentang pelajaran, Adel juga mempunyai banyak prestasi namun bukan di mata pelajaran namun di kegiatan Ekskul seperti Basket, Bermain piano, Menyanyi, Mendesain bangunan atau baju. Yap! Adelina Horiston dan Adel Horiston menjadi pelengkap keluarga Horiston.
Dan kali ini Adel ingin menyenangkan Papa dan Mamanya dengan jalan menikah di usia 16 tahun.Oh god! Sangat muda!.
oOo
Brak!
"Huffhh..."Adel menutup pintu dan menghela nafas beratnya.
"Mama sama Papa bilang apa sama lo?" Tanya Lina yang saat ini sedang berada di kamar Adel untuk meminjam laptop baru milik Adel yang baru dibelinya setelah mendpat uang pembinaan karena memenangkan kontes Desain
"Gue dijodohin Lin!" Adel mengatakan hal itu pada Lina. Mata Lina membulat sempurna akibat kalimat yang diucapkan Adel, Lina masih mencerna kalimat itu 'Gue DIJODOHIN Lin'
"APAA?" Lina sedikit berteriak, pasalnya Lina sangat terkejut dengan penuturan Adel. Gila memang, siapa yang mau menikah di umur yang masih belia begini? Adel Horiston tentunya
"Iya, gue dijodohin sama anak temennya Papa, kalo gak salah Papa bilang sama aku namanya om Herry. Dari keluarga Narendra, supaya perusahaan Horiston bisa ngejalin hubungan sama Narendra Corp" Adel menceritakan semuanya, sedangkan Lina yang terkejut mendengar hal itu tak dapat berkata apa-apa
"Jadi gitu Lin...yah gue terpaksa aja buat senengin Mama toh gue juga dapet Suami kan Lin? Ga kaya lo! Jombloooo mulu..ga bosen apa?...gue aja Jomblo ga dapet pacar ehh...malah dapet suami...hehehehe" Ucapan Adel berniat menyindir Lina.
"Ahh...kalo itu si terserah gue! Wleee!. Btw, nih tugas gue udah selesai, nih gue kembaliin LAPTOP BARU LO! Dan Bay Babi!" Lina sedikit menekankan kalimatnya lalu beranjak pergi meninggalkan Adel.
"Seminggu hari lagi pertemuan keluarga Horiston dengan keluarga Narendra...huffhh....gimana ya rupa suami gue? Ganteng kah, atau jelek...iiihhhh...tau ahh ngeri bayanginnya!" Setelah mengatakan beberapa kalimat tadi Adel pun langsung menarik selimutnya dan beranjak meninggalkan dunia nyata.
oOo
Sinar mentari pagi menyinari seluruh ruangan yang bertemakan biru ini. Seorang gadis yang sedang menikmati masa tidurnya kini harus terusik oleh kehadiran sang fajar yang dengan sombongnya menyinari kamar ini.
"Nghh...Hoaammm" Adel tebangun lalu langsung capcus pergi ke kamar mandi yang berada di kamarnya.
Gadis cantik ini menatap pantulan dirinya yang berada di depan cermin. Seragam putih dengan bawahan rok pendek berwarna biru laut ini sangat cocok bila dipakai gadis ini, dan kaki jenjangnya dihiasi sepatu converse ber tuliskan 'All Star'. Rambutnya yang digerai berwarna hitam pekat dengan diberi sedikit Cat biru muda pada beberapa rambutnya dan bandana biru muda menambah kesan anggun pada dirinya.
Gadis itu lantas tersenyum menatap dirinya sendiri. Sembari berpikir 'bagaimana rupa suaminya'. Gadis itu adalah Adel Horiston.
oOo
"Mama, kita berangkat dulu ya...nanti Adel gausah dijemput soalnya mau ke rumah Tiara dulu" Adel menyalami Mamanya yang sedang berada di dalam mobil yang hendak mengadiri arisan ibu-ibu.
"Lina juga ya Ma, Lina nanti ada kerja kelompok ke rumah Karin" Lina juga berkata demikian.
"Iya, yaudah cepetan masuk gih! Nanti telat loh” Liana tersenyum menatap anaknya yang sedang memasuki sekolahnya itu, sebentar lagi yang satunya akan menikah
oOo
"Gue duluan ya Del, Udah ditungguin noh sama Pangeran Cipit lo! Ahahahhaha!" Ledek Liana kepada Adel.
"Ihh....Awas loo!!,gue bales dirumah!" Teriak Adel.
"Haii..Del?" Ujar seorang pria bermata sipit dengan Polem-nya [read:POni LEmpar].
"Yak!" cuek Adel
"Udah sarapan?" Tanya pria itu.
"Yak!"
"Ke kelas yok!" Pria itu masih terus bertanya.
"Yak!"
"Adel.....ngapain lo ikut-ikutan iklan gila ituu....Kampreettt!!" Pria bernametag Rendy Wijaya. itu mulai muak dengan jawaban Adel atas pertanyaannya.
"Lo bisa diem gak? Gue lagi badmood! Okey?" Adel Pun langsung berlalu meninggalkan Rendy.
"Gue? Gue dicuekin? Gue?...Anjirr....Emaaakkkkk!!" Rendy bertingkah lebay.
oOo
Brak
"Lo kenapa Del?" Tanya Tiara yang melihat Adel duduk disampingnya dengan wajah yang menunjukkan bahwa Adel sedang Badmood.
"Gapapa Ra...btw, gue belom ngerjain PR dari Pak Fandi. Gue copas punya lo ya?" Adel terlihat tak bersemangat sekali.
"Nih Del...gue ke perpus dulu ya.." Adel mengangguk pertanda setuju dengan ucapan Tiara.
Masih berpikir bagaimana rupa suaminya itu. Dan siapakah dia?, Adel menyalin pekerjaan rumah milik Tiara dengan khidmat serta kecepatan tinggi
oOo
[Istirahat]
Bel istirahatpun kini telah berbunyi,membuat semua siswa National Highschool ini beruntukkan untuk ke kantin. Wajah Adel yang tadinya lesu kini berubah 180°. Ia menjadi ceria entah apa yang mengubahnya.
"Ra...gue pesenin Mie ayam satu, lemon teanya satu sama lollypop satu ya..." suruh Adel kepada Tiara yang sepertinya hendak memesan makanan. Tiara lantas mengangguk dan berlalu ke arah salah satu penjual di kantin ini
Adel langsung membuka aplikasi Line pada iPhone miliknya. Ada yang mengAdd akun Adel di Line miliknya. Adel hanya berdecak.
"Ch! Kakak kelas Osum!" Dumal Adel. Osum? Siapa?.
"Nih...Del Pesenan Lo" Ujar Tiara sambil membenahi posisi duduknya.
"Ra...Nih..Kakak Kelas Osum nge add gua di Line" Ujar Adel kepada Tiara sambil menunjukkan layar iPhone miliknya pada Tiara dan sedikit menyeruput es lemon tea-nya.
"Cih...Sumveh lo? Ya..seenggaknya dia ganteng Adel!" Tiara yang terlalu memujanya membuat Adel mengekspresikan wajah-wajah ingin mual ditempat