Tujuh: Sederhana

1729 Words
'Mungkin memang tak perlu untuk mengetahui, Hanya memahami I Just Love You, sesederhana itu'-Adelyn Horiston/Highschool Marriage  oOo             "Eh nak Fahri udah dateng...langsung masuk ke kamar Adel aja!" Mama Liana tersenyum lebar             "Hah? Ke kamar Adel tante?" Ucap Fahri kaget             "Iya, maaf disini hanya ada 4 kamar satu milik Kami, satu milik Lina, Satu milik Adel dan Satu lagi milik Pembantu" jelas Mama Liana kepada Fahri.             "Iya, maaf nak Fahri. Lagipula Adel juga sebentar lagi jadi istri kamu, kami percaya kok sama kamu, nak Fahri" Pekik Papa Adriano.             "Yaudah kalau begitu Om, tante Fahri ke kamar dulu" Ucap Fahri Ragu.             "Fahri, panggil saja Tante ini Mama dan Om ini Papa kamu. Jadi jangan sungkan" Sambung Mama Liana yang disahuti Fahri dengan senyum manisnya. oOo 'I'd catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah) Throw my hand on the blade for ya (yeah, yeah, yeah) I'd jump in front of a train for ya (yeah, yeah, yeah) You know I'd do anything for ya (yeah, yeah, yeah) Oh ho, I would go through all this pain Take a bullet straight through my brain Yes, I would die for you, baby But you won't do the same If my body was on fire You'd watch me burn down in flames You said you loved me, you're a liar Cause you never ever ever did, baby' Ketuka tiga kali itu terdengar sangat keras, namun Adel tetap tak mendengarnya 'But darling, I'd still catch a grenade for ya Throw my hand on the blade for ya I'd jump in front of a train for ya You know I'd do anything for ya I would go through all this pain Take a bullet straight through my brain Yes I would die for ya baby But you won't do the same No, you won't do the same Oh, you never do the same'             Fahri mengetuk pintu kamar Adel lama sekali Hingga Fahri muak dan akhirnya membuka pintu itu sendiri.             'Wow! Gue disini bisa gila lama-lama liat beginian terus. Beuhh...liat tuh p****t Adel kayak ngejek gue. Kulit mulusnya subhanallah banget dah! Cocok udah jadi Istri gue!' Batin Fahri menjerit saat melihat tubuh Adel.             Yap! Adel tengah tengkurap di ranjang King size miliknya dengan mengenakan headphone yang kabelnya terhubung ke laptop miliknya. Dengan mengenakan tanktop berwarna pink serta celana pendek yang sepertinya hanya menutupi sampai ujung terbawah pantatnya yang menampakkan kesan Sexy             Fahri masih melongo memandangi tubuh indah Adel mencoba berjalan mendekati Adel. Dengan langkah perlahan namun pasti Fahri mendekatinya. Fahri melepaskan penat ditubuhnya dengan membaringkan tubuhnya di ranjang Adel dan tepat disampingnya.             "Aaaaa...Mppffhhh"             Adel yang berteriak karena kaget akan Fahri langsung disumpal oleh Fahri dengan Ciuman ganasnya. Adel menatap wajah Fahri yang saat ini tengah mencicipi 'jelly kenyal' milik Adel.             "Minggir lo!" Adel yang ditindih Fahri lantas mendorongnya hingga terjatuh dari Ranjang empuk miliknya.             "Ih...lo akh...ga seru! Tadikan lagi enak!" Gumam Fahri lalu menggembungkan pipinya. Adel yang melihatnya merasa gemas dengan Fahri, serasa Adel ingin mencubit pipi Fahri.             "Lo ngapain disini?" Pekik Adel yang heran karena melihat Fahri berada di kamarnya.             "Kok lo kepo sih?" Fahri mencoba mengajak Adel bercanda namun nihil, Adel Malah Menatapnya dengan tatapan 'Mau apa lo kesini? Alesan mainstream gue gorok leher lo'             "Ih...lo tuh..argh!" Geram Adel.             "GUE NGINEP DIII....SINI...YEAAYYY!!" Ujar Fahri kegirangan.             Adel hanya melongo menatap Fahri yang sepertinya begitu senang. "Terus kenapa lo di kamar gue?"             "Karena gak ada kamar lagi calon istriku...jadi Mama Liana nyuruh aku buat tidur sama kamuh istriku!" Fahri berkata sedikit manja hingga membuat Adel bergidik ngeri. jijik.             "HAH? emang bener Mama bilang gitu?" Adel lantas kaget dan langsung membenahi posisinya menjadi duduk di tepi ranjang tepat disamping Fahri.             "Iya, selama 3 hari gue bakal nginep dirumah lo karena bunda sama ayah lagi ke luar negeri buat ngurusin CEOnya" ujar Fahri.             "Hufh....jadi suami yang baik ya lo!" Ujar Adel lantas mengetik seauatu si laptopnya. Fahri kini berbenah menaruh baju-bajunya.             Setelah selesai Fahri langsung duduk menyandar di kepala ranjang di samping Adel tepatnya. "Carloss Angeleo...Hmm...nama selingkuhan yang bagus!" Pekik Fahri saat mengetahui bahwa Adel tengah mengirim sesuatu di Yahoo messeger.             "Emang kenapa? Cemburu?" Lirikan Adel membuat Fahri berdecih."Enggak...siapa bilang!?" Pekik Fahri.             "Halah,bilang aja...ini sahabat gue Leo orang Spanish." Jelas Adel.             "Buset dah...jauh amat!?" Fahri lantas kaget mendengar penuturan Adel.             "Dulu gue pas SMP 2 tahun di Spanish" Fahri lalu meng'oh'kan saja.             "Tidur yuk! Udah malem!" Ajak Fahri."Hmm...iya...hoaamss...lagipula gue juga udah ngantuk, gue ganti piyama dulu" ketus Adel lalu meninggalkan Fahri dan berjalan ke kamar mandi.             "Del!" Pekik Fahri hingga membuat Adel membalikkan badannya.             "Kenapa?" Dahi Adel mengernyit bingung.             "Kenapa ga pake itu aja...tanktop sama celana pendek yang lo pake itu" Gumam Fahri seraya cekikikan. Adel lupa jika ia memakai pakaian seperti inipun langsung berlari menuju kamar mandi dan meninggalkan Fahri yang masih cekikikan di ranjang.             "Anjir..." oOo             Pintu kamar mandipun terbuka, sehingga menampakkan wajah polos putih milik Adel. Adel tersenyum menatap Fahri yang sedang memainkan ponsel Adel. sepertinya Fahri kepo dengan calon istrinya.             "Heh, lo ngapain geledah hape gue" ketus Adel saat mengetahui bahwa Fahri sedang membawa iPhone miliknya.             "Ga paa...pa...inikan hape calon istri aku, jadi aku juga boleh pegang dong!" Gumam Fahri seraya tersenyum menatap Adel dari atas sampai bawah.             "Ih...kok lo jadi liatin gue gitu sih..." pekik Adel lalu ia duduk disamping Fahri.             "Sssstttt.....gue ga mau denger ada kata Lo-Gue lagi, ganti kosakata jadi Aku-Kamu,ngerti!" Ucapan Fahri membuat otak Adel berputar.             'Bagaimana bisa? Ntar gue dikira pacaran lagi sama Fahri di sekolah' Batin Adel bingung harus berkata apa.             "Emm...gimana ya Ri, ntar kalo gue dikira pacaran sama lo gimana Ri....kan hancur reputasi gue" Adel berdecak kesal.             "Jadi kamu kepaksa jadi Istri aku?" Fahri balik bertanya pada Adel yang kini sepertinya enggan menerima kenyataan.             "Eh..ya..ya nggak juga sih Ri. Lama kelamaan gue juga bakal cinta lo seutuhnya." Tutur Adel kini menyebabkan pipi keduanya merah merona.             'Lo adalah cewek pertama yang buat pipi gue kek gini Adelyn' Batin Fahri tersenyum.             Fahri memeluk Adel dengan penuh ketulusan. Menenggelamkan Adel di d**a bidang miliknya. Adel yang merasakan aroma tubuh Fahri yang sangat memabukkan inipun lantas tersenyum dan membalas pelukan Fahri. Fahri kini merenggakan pelukannya, kedua telapak tangan milik Fahri menyentuh pipi Adel dan mata elang milik Fahri kini menatap mata hitam pekat milik Adel yang kelak akan jadi miliknya-Seutuhnya-.             "Aku udah janji sama diriku sendiri kalau aku bakal jadi suami yang baik buat kamu serta anak-anak kita nanti. dan sebelum kita nikah aku pengen kita pacaran dulu, agar kita bisa memulai kisah ini di lembar baru yang akan kita goreskan tinta kehidupan yang bahagia di setiap halamannya. Aku pengen kita memulai duluan sebelum orangtua kita bertindak. dan kurasa kamu memang cocok menjadi pendamping hidupku, Del. Aku pengen kamu jadi pacarku Adelyn,I just wanna hold you, I just wanna kiss you and I just wanna love you all my life. I know, I normally wouldn't say this, but I just can't contain it. I want you here forever right here by my side" Fahri kini telah tersenyum puas.             Puas telah menyatakan semua isi hatinya yang telah lama menyumpal di sudut hatinya. Fahri berpikir jika hal ini tak segera ia katakan maka perasaan ini akan tetap di sudut hatinya dan selamanya akan menjadi hantu di sudut hatinya yang hanya dapat ia lihat tanpa bisa ia menggapainya.             Titik air itu kini telah turun membasahi pipi tirus Adel menjadi belahan sungai-sungai kecil yang berasal dari bendungan di pelupuk matanya yang terharu serta tak percaya mendengar perkataan Fahri tadi. Adel sejujurnya sudah mencintai Fahri, namun Adel merasa Fahri tak perlu tau namun hanya saja Adel berharap Fahri mengerti dan mungkin mencoba memahami segalanya bahwa Adel memang telah menaruh hati padanya dan sesederhana itu Adel hanya mencintai Fahri.             "I just Love you, sesederhana itu" Adel juga menyatakan perasaannya walau tak semuanya karena ia tahu bahwa hati tak perlu memilih karena hati selalu tahu kemana ia harus berlabuh.             "Jadi kita pacaran?" Fahri bertanya dengan lembut disertai sebuah ukiran rona kebahagiaan yang tergambar di setiap sudut bibirnya. Adel yang begitu malu hanya mengangguk serta tersenyum bahagia.             "Aku bahagia memilikimu, aku merasa cukup memilikimu. karena dengan memilikimu itu membuatku terasa hidup di dalam kebahagiaan" Ujar Fahri.             Fahri mengecup kening Adel dan Adel kini tengah tersenyum seraya menahan air matanya yang sudah membendung di pelupuk matanya, merasakan kebahagiaan kini mulai tergores di lembar pertamanya.             Fahri melepaskan kecupannya pada Adel."udah,yuk kita tidur. jangan nangis" Ucap Fahri yang kini tengah menghapus titik-titik air yang sedari tadi membendung di mata Adel. Adel mengangguk menangapi perkataan Fahri lalu Ad kini mengecup sekilas pipi Fahri.             "Selamat tidur pacarku!" Gumammya setelah mengecup pipi Fahri.             "Selamat tidur kembali istriku!" Gumam Fahri setelah dicium oleh Adel. lalu mereka tertidur dengan posisi Fahri merengkuh pinggang ramping Adel yang membelakanginya dengan ditutupi selimut hangat milik Adel kedua pasang mata indah itu kini telah terpejam.             "Cocok ya Lin, kayanya bakal awet nih"             "Iya Ma, lagian kak Fahri ganteng, Adel cantik"             "Yaudah, ssttt...biarin mereka tidur, yuk!" oOo             Suara sepatu converse menggema di tangga, semakin jelas suaranya semakin jelas menampakkan si pemakai sepatu tersebut. Hingga nampak jelas bahwa itu adalah Adel dan Fahri dan mereka bergandengan tangan dan saling menggengam satu sama lain.             "Wah...nampaknya kalian semakin cocok" puji Mama Liana yang sedang menata sarapan serta melihat Adel dan Fahri yang berjalan bergandengan tangan.             "Adel sekarang pacar Fahri Ma .....awsss ih sakit tau" Ucap Fahri membuat sebuah injakan kaki mendarat tepat di atas kaki Fahri.             "Gausah bilang-bilang keleess!" Bisik Adel kepada Fahri.             "Gapapa lagian bentar lagi lo jadi istri gue" Gumam Fahri             "Udah...ayo dimakan Fahri, Adel. Oiya, kakak kamu mana Del?" Mama Liana menanyakan keberadaan Lina yang sedari tadi tak ada gerak geriknya.             "Ga tau Ma.." Jawab Adel dengan disertai pundak Adel yang terangkat.             "Lina....ayo makan nak..!" Mama Liana meneriaki Lina dadi ruang makan. oOo             Adel kali ini berangkat bersama Fahri ke sekolah dengan memakai mobil sport hitam metalik milik Fahri. Lina? Dia berkata kepada Mama Liana bahwa ia telah memiliki pacar baru. Rendy, yap! Rendy yang dulunya suka menggoda Adel ternyata Rendy mendekati Adel untuk menanyakan pasal Lina karena Rendy tau bahwa Adel adalah Saudara Lina.             Mobil Sport Hitam itu berhenti di parkiran. Fahri keluar dari dalamnya lalu berjalan ke pintu satunya dan membukakannya. Hingga terdapat sesosok gadis cantik. lalu Fahri menggandengnya hingga Fahri dan Adel mendapat tatapan dari seluruh siswa.             Disisi lain Nial yang melihat Fahri dan Adel semakin hari semakin dekat membuat Nial geram. "Awas lo Fahri, Adel hanya boleh gue coba! Hanya gue" Gerutu Nial seraya menatap sinis Fahri dan Adel             "Tenang aja Al, lo pasti dapet kok!" Pekik Angga.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD