part 18

2288 Words
“huftt cape gua, keluar yuk " ucap lala dan di angguki mereka semua lalu menuju ruang tengah “loh? kalian udah pulang bang? tanya Zahra saat melihat abangnya bersama sahabatnya yang duduk di sofa sambil melihat kartun “udah tau masih nanya" ketus zahrif “loh masih marah?" tanya Zahra yang melihat sikap zahrif “nggak" ucap zahrif “bohong" “gak" “yaudah maafin kita yaaa" ucap Zahra sambil mengeluarkan jurus puppy eyes nya. duh Paan sih nih anak malah ngeluarin puppy eyesnya lagi , jadi gagal kan-batin zahrif yang dapat di dengar oleh Zahra “yaudah gua maafin" ucap zahrif sambil mengelus rambut kembar nya cantik-batin Leo “kalau mau Muji nggak usah ngebatin juga kali , udah mending gua di depan Muji aja langsung nggak usah ngebatin segala" ucap Zahra “bicara apa sih loh dek" ucap zahrif “tanya aja teman loh" ucap Zahra “yang mana satu" tanya zahrif lagi “tuh si Leonard Geardo shaputra , masa Muji gua gebatin " ucap Zahra “apaan sih nggak kok" ucap leo gelagapan dan tidak lupa juga mukanya yang memerah kayak pakai blush on “ada juga yah lelaki jaman now yang Makai blush on" ucap nesya sambil tertawa “siapa yang Makai blush on?" ucap leo pura-pura “ siapa yang bilang elo?" ucap nesya lagi nggak mau kalah “ eng-enggak a-ada kok" ucap leo gugup “seorang Leonard gugup gais , wah fenomena wajib di abadikan nih" ucap Bagas “masa seorang leader gugup sih hahahahahha ups..." ucap lala aduh apaapaan sih gua , bisa mati nih gua di tangan zahra-batin lala yang di dengar oleh Zahra udah gila kali nih anak , mahu bunuh diri- batin zahra dkk “maksud kalian leader apaan?" tanya arland “bukan apa-apa , kalian tahu kan kalau nih anak sembarang aja ngomong" ucap zahra lalu melirik lala tajam “tau tuh si lala , mulutnya kan nggak bisa di kontrol entah leader dari mana"ucap fara ikut melihat lala tajam “ehh iya, maksud gua nggak gitu arti leader aja gua nggak tau maklum kosa kata baru" ucap lala sambil nyengir dan zahrif dkk hanya mampu ber oh ria aja. siapa sih sebenarnya mereka-batin Leo “udah gua bilang jangan fikirin, masih difikirin "ucap zahra ke Leo “ehh iya , nggak kok" ucap leo “yaudah kita keatas" ucap Zahra dingin ke sahabatnya dan mereka pun pergi ke kamar Zahra “loh apaan sih la, loh jangan nyerocos sembarangan dong ini bahaya buat kita semua" ucap Adelia kesal “aduh loh kenapa sih la , loh nggak liat apa nggak semua mereka percaya ngomongan kita" ucap nesya “kalau mereka sampai curiga dan tau semuanya gimana dong" ucap Fara “leo sama kembar gua belum percaya sepenuhnya, mereka mesti menganggap jawapan kita itu nggak logis , gua bisa dengarin batin mereka" ucap Zahra “gua kan udah bilang tutup rapat-rapat mulut loh soal ini aja yang satu ini, tapi loh aish hampir aja loh ngancurin semuanya, atau loh mau gua jahit aja mulut loh ? supaya tuh mulut nggak sembarangan bicaranya " ucap queen yang kesal “ma-maafin gua, gua nggak sengaja hiks , gua nggak bermaksud kok mau ngasih ha-hancur semuanya Hiks Hiks " ucap lala sambil menangis “eh bukan gitu maksud kita la" ucap kesya “kita nggak maksud buat loh Gini la" ucap Fara yang nggak tega melihat sahabatnya menangis “gua tau gua salah ma-maafin gua Hiks Hiks Hiks hiks" tangis lala makin pecah dan itu membuat mereka semua nggak tega “kita cuman syok aja karna lo hampir ngebongkar semuanya" ucap Laura sambil memeluk lala “aduh maaf la , kalau kata-kata gua nyakitin hati loh gua benar-benar nggak maksud buat loh nangis la" ucap queen lalu memeluk lala, ia merasa bersalah Kerna di antara mereka Queen la yang berkata paling kasar pada lala “kita cuman negur loh aja atas kelalaian loh dalam menjaga ini semua, kita nggak bermaksud bikin loh kayak Gini kita nggak pengen loh nangis kok la , kita semua sayang sama loh makanya kita nggak mau terjadi hal buruk sama loh" ucap Zahra lalu memeluk lala di ikuti Fara, kesya, Adelia, nesya “iya gua faham kok, lagian gua juga yang salah kok . gua cuma kaget aja sama kata-kata kalian yang keluar ke gua" ucap lala “ahh kok jadi melow Gini sih ,turun yuk" ucap kesya dan di angguki semuanya lalu mereka pergi keruang keluarga . “lala , kok muka loh kayak baru habis bagus gitu " tanya alvero “ehh nggak papa kok" ucap lala “ciee yang di perhatiin , gua aja nggak pernah di gituin" ucap nesya yang membuat lala salah tingkah “jadi?" tanya damian tiba-tiba ke nesya “jadi apanya ?" tanya nesya “loh mau di gituin juga, sini sama gua" ucap damian “gak ah" ucap nesya “kalau mau bilang aja Napa, Damian yang ganteng , baik hati dan tidak sombong dengan senang hati kok ngebantu" ucap damian “eleh" “alah" “uluh" “ehh loh kok ngeselin " “tapi loh sayang kan" “nggak" “tapi cinta kan?" “stress loh lama-lama " “DIAM, BERISIK" ucap zahra dan queen bersamaan dengan Leo dan zahrif “udah ahh , tuh para es pada marah" ucap keano yang mendapat tatapan tajam dari mereka “ehh maaf" ucap keano nyengir “makan siang dulu kalian" ucap mami cherrisa yang datang tiba-tiba “eh mami kok tiba-tiba ada di sini" ucap zahrif “nggak usah bacot loh, sana makan" ucap mami cherrisa “Iya, iya " jawab mereka skip selesai makan “zahrif kita pamit dulu ya mau pulang" ucap leo dkk “iya udah hati-hati ya" ucap zahrif “kita juga pulang deh zahr" ucap Queen dkk yang di angguki Zahra mereka pun berlalu pergi “zahra kekamar dulu ya " ucap zahra ************* saat Zahra di kamar drtttt...drttt...drttt telefon zahra berbunyi “hello nona Zahra" “hmm ada apa?" tanya Zahra “ini nona Zahra kami curiga kalau ada orang yang korupsi di perusahaan , setelah kami siasat kami ketemu orangnya yang udah mengorupsi uang sebanyak 2 miliar" ucapan Lily membuat Zahra mengepalkan tangan “Sialan , tahan dia dan jangan biarkan dia lepas" ucap zahra dengan wajah yang dingin dan datar. “ba---" ucap Lily terpotong Karna Zahra deluan mematikan sambungan zahra mematikan panggilan dan beranjak keluar dari kamar ”mau kemana?" tanya zehro yang baru pulang dari kuliah mau masuk ke kamar “pergi sebentar" ucap Zahra dan turun kebawah buat ke bagasi zehro yang melihat adeknya pergi tergesa-gesa hanya dapat menghela kan nafas. skip kantor saat zahra sampai di kantornya Z'V group , dia pun masuk ke dalam kantornya dengan wajah yang datar Plus dingin lalu memencet tombol 30 dan sampai di lantai ruangannya. Zahra pun berjalan dan masuk ke dalam ruangannya di sana sudah ada sudah ada si korupsi dengan 3 orang anggota BR , sekretarisnya Lily dan Nabila “lily kamu bisa keluar , kalau kamu mau lihat apa yang terjadi saya nggak akan bertanggungjawab kalau kamu pingsan atau mual melihatnya" ucap zahra, Lily yang bingung pun akhirnya mau nggak mau keluar juga dari ruangan Zahra. “siapa namamu?" tanya zahra sambil berjalan ke arah bangku kebesarannya. “Kevin renald salega" jawabnya “kenapa korupsi?" tanya Zahra dengan dingin dan datar “jawab!! kenapa diam hah?" tanya Zahra , Kevin tetap diam nggak berbicara yang membuat Zahra geram dia pun meremas dagunya membuat Kevin meringis “gua bertanya sama loh kenapa nggak di jawab hah b*****t " geram Zahra sambil mengambil belatinya dan menancapkan nya di bahu kiri Kevin “Aaaaa" teriaknya untung ruangan Zahra kedap suara, jadi tiada yang mendengar suara jeritan Kevin “kenapa korupsi hahh !! gua sudah bilang berapa kali kalau gua nggak suka orang yang pengkhianat , mengapa kamu mengkhianati gua" tanya Zahra lagi sambil menlepas belatinya di bahu Kevin “Aaaaaaaaa sa-saya terpaksa " jawabnya , Zahra pun tersenyum smirk melihat Kevin menahan sakit “kenapa?" tanya Zahra lagi akhirnya Kevin pun menjawab pertanyaan Zahra. Zahra pun menghela nafas dan berdiri saat mendengar cerita dari Kevin. “bawa dia ke rumah sakit , beri dia ruang VVIP dan berikan dia uang 2 miliar " perintah zahra membuat Kevin terbelalakkan mata dan tengangga. “baik Zahra" ucap Nabila yang masih ada dalam ruangan Zahra anggota BR nya pun melepaskan rantai yang mengikat Kevin “makasih nona" ucap kevin sambil memegangi kaki zahra, membuat Zahra kaget . Zahra pun memegang pundaknya dan menyuruh nya berdiri . “panggil aja aku Zahra , kayaknya kamu lebih tua dari aku " ucap Zahra Kevin pun mengangguk “17 tahun apa aku bisa menganggapmu adekku?" tanya Kevin tiba-tiba . Zahra pun tersenyum dan mengangguk dengan tiba-tiba Kevin memeluknya membuat Zahra kaget. “makasih princess" ucap kevin tulus membuat Zahra pun membalas pelukannya . tidak lama Kevin pun melepasnya dan tersenyum ke Zahra setelahnya Kevin pun pergi ke rumah sakit di ikuti bersama anggota BR nya dan Nabila . Zahra menghela nafas dan kembali duduk di kerusinya. tidak lama kemudian Zahra masuk ke dalam ruangan istirahatnya yang berada dalam ruangannya itu untuk mengganti bajunya yang berlumuran darah . setelah selesai Zahra pun keluar dan duduk kembali di kerusi kebesarannya sambil membuka laptopnya untuk memperbaharui e-mail yang bakalan di perentasikan di meeting. berkutat dengan perkerjaan dapat mengurangkan kesedihannya terhadap kehilangan cinta pertamanya axel dengan cara mensibukkan diri yang mampu untuk Zahra , kadang-kadang sampai kesihatannya terganggu Kerna terlalu larut dalam perkerjaannya. memiliki kecerdasan diatas rata-rata namun berbeda dengan Zahra ia malah senang berkerja tanpa melihat waktu. seperti sekarang sudah 10 jam dia di kantor dan sekarang sudah menunjukkan jam udah jam 9 malam , segera dia membersihkan berkasnya dan menutup laptopnya kemudian mengemas mejanya sampai rapi , saat sudah bersih dia pun keluar dari ruangannya dan menuju parkiran. skip mansion Zahra turun dari mobilnya dan masuk ke dalam mansion dan ternyata Leo dkk dan queen dkk udah ada di sana dari jam 7 lagi. “eh kalian datang lagi?" tanya Zahra yang kaget temannya datang lagi ke mansion nya. Queen dkk yang melihat ke arah Zahra langsung berdiri dan ingin memeluk Zahra namun Zahra mengangkat tangan dan membuat mereka berhenti “gua nggak papa kok, kalian kenapa?" tanya zahra yang membuat queen dkk menghela nafas. “kita hubungi loh nggak dapet terus , kita tanya kembar loh dia bilang bang zehro nampak loh pergi tergesa-gesa" ucap kesya risau “Hahhaha , kalian risauin gua ya" ucap Zahra dan di angguki yang lain “habisnya kata bang zehro loh nampak tergesa-gesa ya kitakan risauin loh" ucap lala “loh kemana sih Zahra?" tanya zahrif “iya kok loh pergi tergesa-gesa" ucap Devin “oh tadi gua ada urusan" ucap Zahra dan di angguki temannya . “hmm.. oh iya besok gua ada kejutan , kalau kalian mau tau temuin gua di mansion gua yang ada di hutan " Zahra pun pergi menuju kamar sepeninggalan Zahra “kejutan? apa ini kejutan yang dia pengen ngasih ke kita?" tanya Fara “gua rasa bukan" ucap Queen “terus kalian rasa kejutan apa?" tanya laura “nggak tau , kita lihat aja besok" ucap nesya dan di angguki Queen dkk “ daddy kok bingung" ucap daddy hardian yang membuat semua melihat kearah hardian “bingung? kenapa dad?" tanya zehro “udah nggak ada tagihan dari ATM Zahra selama 3 bulan ini" ucap hardian membuat mereka melolot kecuali Queen dkk “belum lagi , pas dia pergi dari rumah nggak ada uang sepeser pun yang bergerak di ATM Zahra" lanjut hardian “terus Zahra selama pergi Makai uang siapa? terus pas kita tanya malah jawab ke pulau pribadi dari mana dia dapat uang?" tanya Damian “gua juga bingung " ucap zahrif “apa Zahra kerja ya?" tanya Leo tiba-tiba membuat queen dkk gelagapan namun tiba-tiba .. “zahra kerja di tempat teman Zahra" ucap Zahra boong dan berjalan ke arah dapur mereka yang yang mendengar suara Zahra ikut melihat kearah Zahra saat Zahra kembali dari dapur dan duduk di tempat mereka berkumpul “zahra daddy ingin ngomong " ucap Hardian membuat Zahra melihat kearahnya . “ya tuhan , jangan bahas axel lebih baik jangan sekarang bikin xel jengkel" ucap xel yang telah masuk ke dalam tubuh zahra Kerna Zahra sedang gelisah dan hingga dia memasukkan xel ke tubuhnya. “xel kenapa kamu keluar nak?" tanya mami cherrisa “ibu xel keluar atas permintaan Zahra , kerana Zahra dalam mode marah jika xel nggak keluar maka Miska yang bakalan keluar dan bakal membuat kerusuhan , jadi xel yang keluar " ucap xel membuat mereka semua terkejut. “marah kenapa dia xel?" tanya hardian “kalian bakalan tau nanti jika tiba saatnya, xel udah ngantuk mau tidur dulu. selamat malam semuanya" ucap xel dan berjalan menaiki tangga untuk masuk kekamar buat tidur. “isyy kok xel sih yang keluar" ucap lala “iya Zahra kenapa sih tiba-tiba suruh xel keluar?" ucap Laura “iya ya kok Zahra tiba-tiba ngeluarin xel" ucap zahrif yang di angguki oleh yang lain “emangnya kenapa kalau xel yang keluar?" tanya arland tiba-tiba “xel itu bisa mengubah kadang-kadang dia suka , kadang-kadang dia pengadilan , dan yang lebih parah dia mudah marah" ucap Queen dan mereka yang mendengar pun ngeri mendengarnya. “hahhh , yaudah deh gua ngantuk" ucap lala “iya gua juga" ucap Adelia “yaudah mending kita kekamar Zahra tidur" ucap Fara “yaudah yuk" ucap Queen dkk “mam dad kita kekamar Zahra dulu ya, ngantuk" ucap Fara “yaudah lagian udah lewat ini sana tidur" ucap mami dan di angguki daddy hardian “kita juga mau kekamar dulu mam dad" pamit zehro dan di ikuti Leo dkk masuk kekamar mereka bersambungggg....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD