Jealous

1585 Words

Rey POV Berulang kali aku memperhatikan jarum jam yang sepertinya mulai sulit untuk bergerak. Aku benci disini. Aku benci berada di tempat ini. Kalau bukan karena Ken yang menyeretku tadi dengan alasan akan membayar hutangnya, rasanya aku tak akan sudi menginjakkan kaki di tempat ini. Banyak orang berpakaian putih berjalan mondar mandir di depanku menggunakan masker. Ya Tuhan! Sepertinya aku juga butuh masker. Aku tidak kuat dengan baunya! “Woy! Rey, ngapain sih tutup hidung begitu?”. Ken yang sejak tadi duduk di sampingnya akhirnya membuka pembicaraan. “Kamu lupa atau pura-pura lupa?”. Rasanya ingin kutarik satu kantong jenazah buat masukin orang satu ini. “Hahahaha!! Aaarrggghh!! SAKIIITT!!”. Dengan keras kutendang kakinya yang tidak tau diri ini. “Itu mulut mau dijahit sekalian? I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD