Author POV Seorang wanita berulang kali melihat layar ponselnya dengan kesal. Kafe tempatnya bersantai saat ini justru tampak seperti penjara yang tak nyaman. Seseorang sudah mengajaknya bertemu disini satu jam yang lalu. Dan sampai sekarang orang itu bahkan belum menampakkan batang hidungnya. Ia menghembuskan nafas dengan berat. Bisa-bisanya ia memiliki sahabat yang bahkan sampai setua ini masih membawa kebiasaan buruknya, membuat seseorang menunggu. “Huh! Padahal anaknya saja seorang bos, tapi ia malah memelihara sifatnya yang buruk itu, dan anehnya kenapa perilaku buruknya itu hanya kambuh saat bersamaku!”. Wanita itu meminum lagi kopi yang sudah hamper habis di hadapannya. Tuk..tuk.. Suara sepatu seorang wanita mendekati meja tempat wanita tadi menunggu, tersenyum manis lalu duduk

