Pagi pun menjelang. Hari itu Nathan sengaja bangun pagi entah mengapa ia seperti bukan dirinya sendiri. Dimana saat itu ia yang biasanya cuek dan tidak mau mengurusi masalah orang lain. Tapi punya niatan untuk datang ke rumah sakit dimana nenek Jessi di rawat. Bukan untuk melihat keadaan nenek Jessi. Karena Nathan khawatir akan membuat nenek Jessi terkejut dengan kedatangannya yang tiba- tiba dan menghilang begitu saja. Nathan datang hanya untuk memberi semangat langsung pada Jessi saat itu. Karena adalah hari yang super sibuk bagi Jessi, ia harus mengurusi neneknya yang sebentar lagi akan masuk ke ruang operasi. "Loh sayang... kuliahnya masuk pagi? tumben udah bangun? udah rapi... wangi lagi. Hemzz..." ucap mana Nathan saat itu. Yang sedikit terkejut pada putranya. "Ya... anak lelaki ha

