PART 44

1947 Words

Pemuda itu tak pernah berhenti tersenyum ketika tahu fakta baru yang ia miliki sekarang. Ya, dia sangat yakin jika gadis itu mula menyukai dirinya. Terbukti ketika Devan melemparkan pernyataan perihal Zahra yang mulai menyukai dirinya, gadis itu tak membalas sedikit pun dan hanya berdiri tegang di tempatnya. Sungguh polos. "Berhentilah, Van, sebelum kau menjadi gila," kata Devan kepada dirinya sendiri. Pemuda itu segera bergerak untuk membuka laptop guna melanjutkan pekerjaannya. Ya, dia memilih tak kembali ke kantor karena Zahra sendirian di rumah. Lagi pula gadis itu pasti sedang dalam keadaan malu karena sudah ketahuan olehnya. Zahra berkali-kali membenturkan kepalanya di bantal. Gadis ini merutuki kebodohannya yang malah tak membantah pernyataan saudaranya itu. Dan tentu saja Zahra m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD