PART 20

1443 Words

Makan malam telah tiba. Tidak biasanya Zahra tidak melihat sosok Devan di meja makan ini. Hanya ada Vanya dan Deka serta dirinya yang mengisi kursi di sana. Vanya yang melihat gerak-gerik putrinya pun tahu jika gadis itu terlihat memikirkan sosok yang tidak turut hadir di sini. "Kakakmu belum pulang, Zahra,"  terang wanita paruh baya yang masih terlihat muda itu. Zahra menoleh sebentar kepada sang mama, kemudian dia melihat makanan yang ada di piringnya. Mengingat kejadian tadi pagi membuat pikirannya berkelana entah ke mana. Zahra pun sempat berpikir jika Devan kembali menemui wanita itu, atau wanita itu yang kembali menemui kakaknya. Memikirkannya saja membuat hatinya geram. "Papa memintanya untuk mengurus kerja sama dengan perusahaan lain. Ini sebagai konsekuensi atas apa yang dia lak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD