PART 32

1200 Words

"Gue bukan melakukannya karena Zio atau orang tua lo kok." "Lo anggap aja itu karena kewajiban gue sebagai tunangan lo, itu semua karena kemauan gue sendiri." "Lo pantes buat disayang ..." Sam membuka matanya perlahan lalu mendudukan dirinya di kasur. Mata Sam menatap ke arah jam dinding, masih jam 3 pagi namun Sam sudah terbangun. Ada perasaan aneh yang dirasakannya. Sam lupa apa yang tadi dimimpikan namun Sam merasa mimpinya tadi yang membuat perasaannya sedikit aneh. Sam turun dari kasur, mengikat rambutnya tinggi lalu keluar dari kamar. Tenggorokannya terasa kering. Sam perlahan menuruni tangga lalu berjalan ke arah dapur. "Udah bangun?" "Astaga!" Sam terlonjak kaget lalu menoleh ke samping. Zio sedang duduk di ruang makan. "Kakak bikin kaget aja!" Zio terkekeh kecil lalu mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD