PART 22

1077 Words

"TUNANGAN?!" Pekik Sam saat mendengar ucapan Bundanya. Bunda Sam mengangguk, "Bunda ngga mungkin memintanya menikahimu, karena Sam masih sekolah, maka Bunda mau kalian bertunangan lebih dulu dan saat Sam lulus sekolah barulah kalian menikah." "Tapi Bun––" "Kamu jangan membantah Samantha, laki-laki ini yang memutuskan akan bertanggung jawab, kalau memang dia laki-laki maka harus tunjukan, mau apapun alasannya Ayah tidak mau putri Ayah disentuh seperti itu lalu ditinggalkan begitu saja!" Sam menundukkan wajahnya. Meski ucapan Ayahnya ada benarnya namun ini juga karena kesalahannya. "Saya terima." Putus Sammy. Sam memejamkan matanya erat, satu tetes cairan bening lolos dan langsung disekanya. "Secepatnya saya akan bawa orang tua saya kemari." Lanjut Sammy. "Baiklah." Orang tua Sam ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD