Bab 109

2059 Words

Mobil melaju dalam keheningan. Raditya fokus mengemudi mobilnya menembus jalanan yang lumayan ramai dengan kecepatan rata-rata. Sedangkan Minah hanya menunduk, tak sanggup untuk menatap wajah Raditya. Gadis itu sibuk meremas jemarinya. Menghilangkan rasa takut dalam hatinya. Entah ke mana pria yang suka memaksa itu akan membawanya. Berbagai pikiran buruk menyerang otaknya. Namun, ia bingung harus melakukan apa saat ini. Minah sungguh tak berkutik di hadapan pria diktator itu. "Hatsyi!!" Minah bersin, meski telah susah payah Minah menahannya. Tubuhnya yang basah menggigil kedinginan. Raditya melirik sebentar sebelum pria itu benar-benar mengabaikannya. Jangankan peduli, menawarkan tisu pun tidak. Pria itu hanya mempercepat laju mobilnya, membelah kota. Namun semakin lama mobil melaju, Mi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD