Bab 139

1059 Words

"Aku mau makan mi ayam!" ucap pria itu tegas. Setelah menumpahkan semua isi di perutnya, Raditya terlihat lebih segar. Demamnya sudah turun. Pria itu juga sudah tidak batuk sesering sebelumnya. Dan tiba-tiba saja Raditya sangat ingin makan mi ayam di warung langganannya. "Apa? Seharian perutmu kosong dan muntah-muntah, lalu Kamu mau makan mi?" tanya Minah tak percaya. "Iya! Aku tetap ingin memakannya. Mulutku pahit sekali. Aku ingin makan makanan panas dan berkuah," ucap pria itu seraya membayangkan betapa nikmatnya makan mi ayam. "Bagaimana kalau Minah buatkan sup saja? Sama-sama berkuah dan panas kan?" tawar Minah. "Aku tidak mau. Aku hanya mau makan mi ayam." Layaknya anak kecil yang keras kepala, Raditya teguh pada pendiriannya. "Kamu kok tumben keras kepala banget sih, Dit,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD