Bab 145

1171 Words

"Pak, lebih baik Bapak pergi dari sini! Kami tidak ingin ada keributan lagi dan menyakiti hati anak-anak Kami," ucap Dimas mengusir ayahnya. "Wah, Kamu berani mengusir Bapak ya? Mentang-mentang Kamu sudah sesukses ini. Kamu berani? Kamu bahkan tidak ingat fakta kalau dulu kalian ini kere. Rumah pun tidak punya, hidup pun susah. Bisa apa kalian tanpa aku. Apa Kamu lupa saat mengemis kepada Bapak untuk membiayai operasi istrimu saat melahirkan Rachel?" "Dimas mohon Bapak tidak usah mengungkitnya. Dimas akan ganti uang itu lima kali lipat," ucap Dimas masih menahan diri. "Baiklah, aku pulang. Panggilkan Minah! Aku akan mengajaknya pulang ke kampung," ucap Juragan Surya berdiri dari duduknya. "Maaf tidak bisa. Dimas tidak mengizinkan dia pergi selangkah pun dari rumah ini. Dimas juga tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD