Hari kedua perjalanan bisnis Tobias berjalan lancar. Isabella juga berhasil menahan hati hingga hari ini. Ia sudah menyampaikan apa pesan Dantae malam itu. Namun, Tobias tidak mengatakan apa pun. Padahal Isabella sudah menanti-nanti reaksinya dengan berdebar. Isabella masih ingat bagaimana respons Tobias malam itu. Pria itu terdiam sebentar, lalu mengangguk dan lebih memilih berkutat pada iPad-nya hingga larut malam. Isabella jadi merasa bersalah, apakah benar kegelisahan itu karena ucapan Dantae yang entah betul atau tidak. “Kita akan ke mana, Pak?” tanya Isabella begitu mobil mereka mulai melaju. Pulang dari kantor tadi, Tobias memaksa ingin menyetir. Isabella merasa aneh karena harus disopiri dari lapangan parkir perusahaan besar, mengingat pegawai-pegawainya bisa saja melihat keber

