Isabella mendengar kehebohan yang agak samar dari pendengarannya yang belum sepenuhnya kembali. Ia merasa seseorang memindahkan tubuhnya perlahan. Memasangkan sesuatu ke hidungnya sehingga ia bisa bernapas lebih baik, kemudian menyingkirkan helai rambut yang mengganggu wajahnya. Isabella berusaha mengerjap. Memaksa meraih kesadaran saat tubuhnya seolah ditidurkan paksa. Kepalanya sakit. Dan seluruh tubuhnya juga berdenyut nyeri setiap kali orang-orang itu menyentuhnya sebagai upaya pertolongan. “TOBIAS! HENTIKAN!” Teriakan samar lain kini terasa semakin nyata. Suara Daniel terdengar gahar seolah sedang memperingatkan akan bahaya yang sangat besar. Kepala Isabella menoleh dengan lemah. Masih berusaha mengerjap sambil berniat melihat. “Matilah. Bernard benar-benar akan mati di sini.” Bis

