Butterfly

1367 Words

Kaylana dengan gemetar terus membaca berita tentang dirinya yang beredar di media sosial. Ia semakin kalut setelah membaca komentar negatif yang ditujukan padanya. Bahkan ada yang mencoba mengulik informasi pribadi tentang nya. Ia sangat takut, jika pemberitaan ini akan menyeret pekerjaan ayahnya. Isak tangis Kaylana memenuhi ruangan kerjanya. Ia ingat pada tatapan sinis dan bisikan negatif yang mereka layangkan padanya. Ia sama sekali tidak tahu tentang berita itu jika saja tidak ada yang memberitahukannya. Yang ia pikirkan saat ini hanya ayahnya. Dia satu-satunya orang yang ia punya setelah kematian ibunya. Kaylana tidak ingin melihat ayah sedih karena dirinya. Sudah cukup kesedihan yang mereka lewati sejak ibu meninggal dua tahun yang lalu dan saat ini harusnya sudah waktunya mereka k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD