Rindu

2878 Words

Mata Agha memang diperban terutama yang sebelah kiri. Namun ia dititahkan untuk mengompresnya. Tadi dokternya mengatakan kalau.... "Kondisi mata seperti berdarah padahal sebetulnya hanya bercak saja. Hal itu disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil di bawah selaput lendir mata. Meskipun kadang menakuti sebagian orang, sebenarnya ini tidak berbahaya." Maira menghela nafas lega mendengarnya. Kakinya sampai lemas bahkan hingga sekarang. Agha terkekeh kecil melihat tingkahnya. Ya wajar kan kalau Maira khawatir? Yang dikhawatirkan malah senang sekali. Hahaha. "Emang tadi parah banget ya?" tanyanya sembari menarik kursi agar bisa duduk tak begitu jauh dari samping tempat tidur Agha. Agha tersenyum tipis. Vevy menggaruk tengkuknya. Ia tidak dilupakan ya kan? "Tadi biasa lah cowok berant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD