Kini yang dinanti-nanti telah tiba. Jam terpajang di dinding menunjukan tepat pada pukul 20.00 yang artinya Marvell akan datang. Angel segera lari ke dalam kamarnya. Tubuhnya di rebahkan di atas kasur. Segera selimutnya ditarik untuk menutupi tubuhnya. Dia pejamkan matanya dan memeluk guling yang berada di sampingnya. Ting...tong... Suara bel tamu terdengar dari kamar Angel. Sungguh panas dingin yang sedang ia rasakan. Bel itu pertanda bahwa Marvell sudah datang. Angel percaya diri bahwa pasti akan ada seseorang yang membukakan pintu itu. Hanya butuh mental drama saja yang dia butuhkan saat menghadapi situasi yang panas ini. "Adik lo lagi apa, Yan?"tanya Marvell saat pintu ruma Damian di buka. Damian berdecak. "Salam dulu kek. Untung-untung nyapa." Satu kata untuk Damian, dia kumat

