“Aku mencintaimu Adeeva Valerie Abiyaksa, maukah kau menerima perasaanku?” Kalimat terakhir yang Reyhan ucapkan membuat Deeva terdiam. Telinganya memekak seolah tak dapat mendengarkan apapun kecuali debaran jantungnya yang menggila. Dia tak tahu apa yang dia rasakan sebelumnya, perasaan malu, senang atau bahkan mungkin perasaan lega saat mendengarkan Reyhan akhirnya mengutarakan perasaannya. Deeva tak dapat menampik perasaannya, selama dua tahun terakhir ini dia seolah terombang ambing dalam tidak pastian dan kesendirian yang disebabkan oleh Reyhan. Selama ini, dia sadar bahwa banyak pria yang berusaha mendekatinya, namun entah karena persahabatan atau perasaannya kepada Reyhan terlalu kuat untuk dia abaikan, membuatnya tak menggubris semua pria yang mendekatinya. Salah satunya Radit.

