“ “cie yang galau karena ayang ebebnya nggak jadi datang pas sidang,” goda Putri membuat Deeva semakin mencoret-coret buku miliknya. “Bangke!” gerutu Deeva kembali membuat ketiga temannya itu tertawa keras. Tatapan matanya terarah ke arah depan kelas. Sebentar lagi semuanya berakhir, dia sudah berhasil lulus dalam semua mata kuliah dan skill lab. Sekarang tinggal menunggu sidang skripsinya. Benar kata Putri, dia sedang galau karena Reyhan membatalkan janjinya untuk datang ke sidangnya. Tapi, dia pun tak dapat mengatakan apa-apa karena hal itu sebenarnya bukan keinginan pria itu, bagaimana Atasannya menyuruhnya untuk pergi ke Surabaya untuk mengawasi proyek di sana. Dia menghela napas, memikirkan bahwa Reyhan beruntung magang di tempat Om Bintang. Karena dia akhirnya benar-benar dapat be

