Pertengkaran

1134 Words
Bab 7 Pertengkaran Fuji pun menghubungi Thoriq melalui chat di aplikasi hijau. Dia memberikan nomor ponsel Atta dan meminta Thoriq untuk menghubungi Atta karena Fuji takut mendapat penolakan yang menyakitkan. Tapi Thoriq menolak..... {Untuk apa kamu ngadu sana sini tentang hubungan kita? Sebelum telanj*ng di hotel, kenapa lo gak bilang tarif lo sama gua?} Penolakan Thoriq begitu menyakitkan. {Emang kita pernah telanj*ng?} Fuji memberi emot kaget, sengaja mempermainkan Thoriq dengan kata kata yang nanti nya akan di kirim ke istrinya kalau Thoriq masih juga membangkang. {Susah ngomong sama orang pikun.} Balas Thoriq jengkel. {Oh, kirain kamu yang pikun. Nantang nantang aku ngadu sama istrinya abis tu aku yang dituduh neror. Padahal kamu yang nantang, aku sih tinggal jalanin} Ejek Fuji dongkol. {Dasar penipu} Fuji mengetik dengan emosi yang sudah tingkat dewa. {Lo mabok kali, kebanyakan minum amer} Ledek Thoriq {Lo kali yang tiap malam minum. Udah deh kalau lo ga sadar apa kesalahan lo, bisa brenti chat ga? Tunggu aja episode selanjutnya. Ga sangka orang kampung Bokap gue kek gini. Gue kira mah sekampung sama Bokap gue, pasti ga mungkin nyakitin gue. Tapi ya sudahlah, mungkin dah takdir nya hub kita harus kelar dengan cara kek gini} Sesal Fuji {Kalau lo mau ngadu sama mertua gue juga gapapa aduin kelakuan mantu nya. Lo juga ga kenal sama gue, sok sok kenal pribadi gue. Asal jangan lo ngadu sama Tuhan aja.} Tantang Thoriq. {Mantap!! Gue suka gaya lo. Tapi jangan salahin gue nanti ya, kan lo yang nantang!! Hah, dasar emang otak orang gak sama. Jangankan sekampung, sekeluarga aja bisa beda. Tampang alim persis Almarhum Bokap gue tapi kelakuan entahlah} Fuji kesal setengah mati. Jika saja Thoriq berada di dekatnya, rasa nya ingin sekali Fuji copotin hidungnya dari wajahnya biar sekalian gak punya hidung. {Semoga loe cepat tobat dan gak memeras keluarga orang lagi} Thoriq membalikkan keadaan seolah dia begitu teraniaya di peras Fuji. Padahal dia yang membuat kelakuan, dia pula yang menantang. Tapi kalau di balas, dia lah yang merasa paling teraniaya {Memeras? Apa nya yang gue peras, sedangkan di cafe aja lo gak bayar gue} Sentak Fuji {Gak bayar? Yang dua ratus ribu dan sembilan ratus ribu itu apa? Dasar amnesia lo} Thoriq tak mau kalah {Amnesia? Lo kali yang amnesia sembilan ratus ribu lo kasih emang berapa lama lo sama gue? Udah ah gue males debat. Lo tunggu aja kabar dari mertua lo yang bakalan tersengat listrik dan istri lo yang bakalan kebakaran jenggot melihat video m***m kita di hotel} Fuji menakuti. {Coba aja kalau lo bisa} Tampaknya Thoriq benar benar tidak mau mengambil jalan damai. Dia mengira walaupun Fuji memiliki video m***m mereka, Fuji hanya kenal begitu saja dengan nya di cafe, cinta satu malam, mana mungkin mengenal keluarga nya untuk memperlihatkan video tersebut. Fuji sangat geram dengan kekerasan hati Thoriq yang tidak mau di ajak berdamai. "Dia bener bener menganggap gue perempuan bodoh dan murah, yang bisa dia permainkan seenaknya. Lihat saja nanti, bukan Fuji namanya kalau ga bisa mencari keluarganya untuk membocorkan kelakuannya" Fuji menggeram. Sebenarnya Fuji tidak mempunyai video mes*m mereka apa lagi malam itu sesampai di hotel ponsel nya low battery . Akan tetapi Fuji sempat mengambil video ketika mereka karaoke dengan mesra di cafe dan ketika mereka breakfast di hotel. Mata Fuji mengernyit sambil mengusap usap layar ponsel. "Huh, kemana pergi nya video kita yang lagi karaoke mesra mesraan? Kok tinggal yang breakfast doang ini. Mana ga ada Bang Thoriq nya di video breakfast ini." Fuji mengerutkan dahi "Perasaan gak pernah gue hapus deh. Gue yakin banget karena tu video berharga banget buat gue ngobatin rindu waktu itu." Fuji bingung "Dah gitu anehnya kok bisa cuma foto foto dan video gue sama Bang Thoriq aja yang hilang. Yang lain masih ada lengkap utuh, aneh!! Tapi video lain ga berguna buat gueh." Fuji kebingungan "Yang penting - penting dan bisa jadi duit malah ilang!! Gimana nih?! Thoriq pasti hepi banget bisa ngalahin gue. Aaaargh..." Fuji mengacak rambutnya kesal . Fuji mengetuk - ngetuk jari telunjuknya ke dagu sambil berfikir. Apakah harus menghubungi orang IT untuk menanyakan di file mana tersembunyi nya foto dan video tersebut. "Hmmm, kira kira Bang Al bagian teknisi di kerjaan gue bisa bantu gak yah?! Atau temen gue yang polisi, pasti dia kenal dengan orang orang IT." Fuji pusing bukan kepalang karena video pengobat rindu yang akan jadi senjatanya dalam mengalahkan Thoriq biar kapok, lenyap begitu saja dari ponsel nya "Kalau gue ke konter kira kira bisa gak yah. Gue gak mau kalah dari Thoriq. Dia bisa besar kepala dan semakin meremehkan aku kalau sampai aku tidak punya video itu. Sedangkan untuk menyebarkan agar sampai ke istri, mertua dan ipar iparnya gampang. Media sosial sekarang sangat canggih untuk melakukan hal itu." Fuji berfikir keras Tiba tiba Fuji menjentikkan jari tengah dan jempolnya dengan mata berbinar. "Naaaaah gue punya ide. Mendingan gue pergi ke hotel dan meminta rekaman CCTV pada tanggal tersebut pada reseptionist. Hebat juga gue. Seorang Fuji ga akan prnah kehabisan ide." Sedikit sombong Fuji menarik krah baju nya dengan bahagia karena merasa mendapatkan ide untuk mendapat bukti bukti yang akan di berikan pada keluarga istri Thoriq. "Mendingan sekarang gue ke kantin dah ketemu Fadly ama Becca. Biasanya mereka selalu kasih semangat buat gue kalau lagi dalam masalah gini." Fuji berjingkrak-jingkrak ke arah kantin menemui pemilik kantin yang selalu jadi tempat curhatnya. "Hei Fuji. Sejak punya gebetan baru mendekam di kamar terus nih, hahahaa." Goda Becca iseng "Uhmmm, iya nih Bec. Gue lagi galau berat sama tuh cowok." Sahut Fuji masam "Kenape lagi loh? Bukan nya kemaren kek nya bahagia banget di sini? Masa baru beberapa hari aja udah galau?" Becca terheran - heran dengan Miss Galau Fuji temannya yang satu ini. "Pelit Bec. Kalau dia emang sederhana sih gue maklumin. Lah ini, usaha tekstil nya aja gue selidiki di aplikasi merah ada dua. Tu yang keliatan aje ye, belum yang gak keliatan." jelas Fuji sambil memonyongkan bibirnya. "Iya sih kemaren juga minum sini yang bayar juga elo ye. Padahal harga ga seberapa cuma dua gelas jahe anget. Harusnya dia yang bayar pakai duit merah merah dan kembalian nya buat elo. Itu baru royal." Kata Becca sambil mengacungkan jempolnya "Itulah Bec. Gue sebel banget di manfaatin mentang mentang gue nyaman sama dia. Gue rencana mau ke hotel tempat kita nginap untuk minta hasil rekaman CCTV kita malam itu. Gue ancem dia bakalan gue kasih ke istri nya, biar dia nurut sama gue. Gantian...Selama ini gue yang selalu nurut ama dia." curhat Fuji. "Eh btw lo mau pesen apa nih. Sampai lupa gue nawarin mesen, asyik ngobrol aja hehehee." Tawar Becca. "Ngga Bec, gue mau langsung ke hotel aja hari ini. Ga sabaran gue minta hasil rekaman CCTV. Ntr aja deh pulang nya gue pasti haus dan lapar." Fuji tersenyum penuh semangat sambil menepuk nepuk bahu Becca
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD