Part 28

1031 Words

Sinar matahari menembus cela-cela jendela seorang wanita yang tampak masih bergelut dengan mimpinya. Di karenakan minggu ini adalah jadwal bulanannya ia bisa sedikit mengulur waktu untuk bangun. Akhirnya ia bahagia karena doanya di ijabah oleh Sang pencipta, tidak ada nyawa di dalam rahimnya. Tapi sayang mau tidak mau gadis itu memang harus bangkit dari tidur nyenyaknya dan segera bangkit untuk melakukan aktivitas wajibnya sebagai pelajar. Tas merah maroon sudah berada di punggungnya, tanda ia siap untuk berangkat ke kampus. Pelangi melirik arloji di pergelangannya kurang lima belas menit lagi bis yang biasa ia naik akan segera datang, Pelangi segera meluncur menuju halte. "Lelet banget sih lo!" sebuah suara yang membuat Pelangi menoleh ke sumbernya. Pelangi menatap Gifta heran. Kenap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD