Sontak Gifta menoleh. "Rina?" kaget Vian, "Dimana-" ucapannya terpotong. "Bagaimana pak? Apa bisa di mulai?" sela Rina. Ah iya Vian harus segera memulai rapatnya dengan Gifta, mungkin lebih baik nanti saja ia tanyakan, kasian Gifta menunggu sangat lama. Gara dan Gala tampak anteng duduk di samping Vian mereka terlihat menikmati ice creamnya. Akhirnya setelah satu jam lamanya, mereka menyudahi rapat untuk hari ini. Vian merasa lega karena Gifta sepertinya tidak membatalkan kerja sama dengan perusahaannya. Sekarang laki-laki itu sudah pamit untuk pergi terlebih dahulu. Vian melirik tajam wanita yang ada disebelahnya, "Kenapa-" lagi-lagi ucapannya dipotong oleh Rina. "Jangan banyak tanya, ayo kesana!" ajaknya pergi dengan menggandeng si kembar. "Mau kemana?" tanya Vian. Rina tak menja

